SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Jalan Bojonegoro – Nganjuk, turut Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang sebelumnya licin akibat tumpahan tanah urug dari muatan truk proyek kembali normal Minggu (20/6/2021). Ceceran material proyek telah dibersihkan menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, Ahmad Gunawan menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Pada Sabtu (19/6/2021), pukul 18.35 WIB, Dinas Pemadam Kebakaran mendapat laporan dari Babinkamtibmas Desa Ngumpakdalem tentang banyaknya pengguna sepeda motor yang terjatuh (tergelincir) di lokasi tumpahan tanah urug karena licin, agar segera dilakukan penanganan.Â
Kemudian, pada pukul 18.47 Wib, satu unit mobil dan petugas Damkar Bojonegoro tiba di lokasi. Mereka bekerja membersihkan dan mengangkat tumpahan tanah urug yang sudah mengeras sepanjang kurang lebih 500 meter (bukan 1 Km seperti yang diberitakan sebelumnya).
Penangan peristiwa ini melibatkan BPBD Bojonegoro, Satpol PP, Dishub dan Polsek Dander.
“Pembersihan selesai Minggu dini hari pukul 01.00 wib,” ujar Gunawan kepada suarabanyuurip.com, Minggu (20/6/2021).
Pihaknya mengimbau kepada truk proyek agar tidak kelebihan muatan sehingga mengakibatkan tumpahan material karena bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.Â
“Ini bisa membahayakan jiwa manusia,” pesan Gunawan.
Diberitakan sebelumnya, ceceran tanah urug berasal dari proyek pembangunan gudang di wilayah setempat. Lokasinya berada di sebelah selatan Taman Makam Pahlawan (TMP) Desa Ngumpakdalem.
Kondisi itu diperparah karena di wilayah tersebut pada Sabtu malam kemarin diguyur hujan. Sehingga jalan menjadi licin. Petugas Polsek Dander harus menerapkan sistim buka tutup di lokasi ceceran tanah urug. Pengguna jalan dari arah selatan dan utara harus bergantian melintas, sehingga terjadi penumpukan kendaraan.(suko)Â