Januari – Juni, Petugas Damkar Bojonegoro Evakuasi 109 Ular Berbahaya

22832

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, Jawa Timur, telah melakukan evakuasi 109 ular berbahaya sepanjang Januari – Juni 2021. Ular berbahaya tersebut sebagian dibawa ke balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Bojonegoro.

Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro, Ahmad Adi Winarto, mengatakan, penyebab ular masuk ke permukiman warga karena habitat asli terganggu. Selain itu, ular mencari tempat makan dan tinggal baru di lingkungan yang kotor.

“Juga, karena musim kawin biasanya terjadi pada Juni ini,” ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Hingga Juni 2021 ini, kata dia, sebanyak 109 ular telah dievakuasi petugas damkar. Sebagian ular tersebut dibawa ke balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Bojonegoro juga diserahkan ke Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar).

“Dan ada yang diambil pecinta ular. Pada Februari lalu petugas damkar melakukan evakuasi ular sanca kembang sepanjang 3,5 meter di Desa Wedi, Kecamatan Kapas,” ungkapnya.

Dia menambahkan, menurut rekapan dari Dinas Damkar warga yang melaporkan evakuasi ular mulai 2019 hingga Juni ini meningkat. Misalnya, pada 2019 lalu ada 9 ular liar yang telah dievakuasi. Namun, pada 2020 meningkat sebanyak 119 ular ditangani.

Baca Juga :   Minta ASTON Perhatikan Masyarakat Sekitar

“Jumlah itu meningkat Juni 2021 ini sudah sebanyak 109 ular berbahaya telah dievakuasi. Dan kebanyakan ular masuk dalam rumah warga,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *