SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Blora – PPSDM Migas (Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi) yang berlokasi di Jalan Sorogo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali mengajak PJB (Pembangkit Jawa Bali) Academy mengadakan pelatihan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi personel.
PJB Academy sebagai learning partner dan jantung perubahan dalam pengembangan bisnis pembangkitan yang terintegrasi di bawah PJB Services mengirimkan 30 pegawainya untuk mengikuti pelatihan Manajemen Operasi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dibuka pada hari Rabu (23/05/21).Â
Pelatihan yang dipimpin oleh Arluky Novandy berlangsung selama dua hari ini mengoptimalkan materi tentang Operasi Penyediaan dan Pendistribusian BBM, Static Volume Calculation, Dynamics Volume Measurement, dan Moda Transportasi BBM selama 18 Jam Pelajaran (JP) melalui daring.
“Tujuan utama pelatihan ini adalah agar peserta dapat mengatur operasi penerimaan, penyimpanan, penyaluran dan pengendalian mutu BBM di lokasi tempat mereka bekerja,†ujar Arluky.
PJB yang berkecimpung dalam jasa operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik utuk area Jawa, Bali, Riau, Arun, dan Balikpapan harus memahami proses operasi penerimaan, penyimpanan, penyaluran dan untuk menjaga kualitas mutu BBM-nya. Sebab jika ada kesalahan dalam proses penyimpanan dan mutu yang tidak terjaga maka akan menimbulkan biaya kegagalan proses yang cukup besar, serta mampu mengendalikan losses karena sifat bahan bakar sendiri yang mudah menguap, serta mengurangi kesalahan dari human error.
“Dalam setiap kegiatan pada sebuah industri skala besar tentunya memerlukan BBM dalam setiap kegiatan operasionalnya. Untuk itu pengawasan kualitas menyangkut kesesuaian mutu produk BBM terhadap standar yang ditetapkan oleh Ditjen Migas dan kesesuaian kuantitas yang diserahkan kepada konsumen sesuai dengan ketentuan dari badan Metrologi sangat penting untuk dilakukan,†terang Arluky.
Tujuannya, lanjut dia, untuk menjamin mutu dan jumlah BBMÂ mulai dari Penerimaan, Penimbunan, dan Penyaluran agar tetap baik dan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
“Adapun kualitas produk BBM menyangkut warna, density, air bebas, kesesuaian takaran sebagai supporting activities untuk memastikan mutu BBM yang diterima sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,†tutupnya.Â
Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal UBJOM Indramayu, PT PJB UP Gresik, PJB UP Muara Tawar, PJB UBJOM Pacitan, DIVEP 11, PT PJB Tanjung Awar – Awar Tuban, PT PJB UBJOM Rembang, PT PJB UP Muara Karang, UBJOM Kaltim Teluk Balikpapan, PJB EPI – 1, UBJOM Tenayan Riau, PT Bukit Pembangkit Innovation PLTU Banjarsari, PJB UP Paiton, serta PT Bukit Pembangkit Innovative.(adv/suko)Â