Tanaman Tembakau Mati, Komisi B DPRD Bojonegoro Minta Disperta Evaluasi

22849

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Banyaknya tanaman tembakau yang mati akibat guyuran hujan di Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat perhatian dari Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro diminta untuk melakukan evaluasi.

Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto mengatakan, bahwa peristiwa yang menimpa petani tembakau adalah merupakan musibah bencana alam karena adanya anomali iklim. Pihaknya mendorong kepada Disperta agar bencana itu dijadikan bentuk evaluasi semua pihak.

“Kami Komisi B menyarankan kepada Disperta, agar hal ini dijadikan bentuk evaluasi. Pertama, pentingnya memberi edukasi kepada masyarakat, secara teknis suatu misal, dibutuhkan saluran air yang agak dalam. Sehingga tidak terlalu lama airnya merendam. Selama ini yang ada kan asal-asalan,” ujarnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Sigit, yang perlu diperhitungkan lagi adalah bulan saat tanam. Karena hal itu adalah dalam bentuk proyek kerjasama pabrikan dengan petani. Sehingga untuk kedepan perlu dilakukan bantuan kepada petani yang menderita kerugian akibat gagal panen.

Baca Juga :   Berharap Tak Ada Demo di Proyek Blok Cepu

“Karena ini bulan enam menjelang bulan ketujuh, tentunya ini sudah terlambat kalau mau tanam tembakau lagi. Jadi untuk kedepan agar secara teknis perlakuan lahan tanaman tembakau dipersiapkan untuk kejadian tak terduga. Karena memang tidak ada yang tahu masih akan ada curah hujan bulan-bulan seperti ini,” pungkas politisi asal Partai Golkar itu.

Sementara pihak Disperta mengaku belum mengetahui terkait berapa luas tanaman tembakau yang mati akibat terdampak hujan.

“Maaf masih belum terdata, dinas akan segera minta laporan untuk tanaman tembakau yang terendam dibeberapa kecamatan,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Disperta Bojonegoro, Imam Nurhamid, Senin (28/06/2021).(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *