SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sebanyak kurang lebih 450 Hektar (Ha) tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mati terendam air hujan. Berkenaan hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro bertindak cepat melakukan pendataan dan evaluasi.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Disperta Kabupaten Bojonegoro, Imam Nurhamid mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan data lapangan, perihal luasan lahan petani tembakau yang mati akibat terendam air hujan belakangan ini.
Hasil monitoring lapangan, data luasan lahan yang tembakaunya mati, sementara ada sekira 450 Ha. Data tersebut dari lima kecamatan. Yaitu, Kecamatan Kedungadem, Tambakrejo, Kepohbaru, Ngasem, dan Sugihwaras. Namun data riil di Kecamatan Sugihwaras belum masuk ke Disperta.
“Tapi ini belum semua data masuk ke kami. Kendati, wilayah yang paling berdampak akibat hujan kali ini adalah Desa Balongrejo dan Desa Alasgung di Kecamatan Sugihwaras,” bebernya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (30/06/2021).
Terkait tanaman tembakau yang mati, Imam mengaku, masih memiliki stok rindik (benih tembakau) untuk membantu para petani. Setidaknya, dari enam stok varietas masih tersedia rindik dari dua varietas. Yakni, varietas Bojonegoro 1 atau T45 tersedia sebanyak 12 Kilogram (Kg), dan varietas jinten masih ada sebanyak 0,5 Kg.
“Tetapi stok inipun dimungkinkan juga habis, karena di Kecamatan Kepohbaru belum mengajukan. Karena panennya mundur,” ujarnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, Imam Nurhamid mengimbau, para petani mempersiapkan lahan untuk tanaman tembakau dengan teknik saluran pembuangan air yang baik. Agar air tidak terjebak merendam tanaman tembakau. Gulutan juga disarankan dibuat agak tinggi. Karena hanya dalam waktu 1×24 jam saja, akar tanaman tembakau yang terendam sudah mengalami pembusukan.
“Ini untuk menghindari genangan akibat terjadinya musim hujan yang tidak menentu,” tandasnya.
Data tahun 2020 yang dihimpun dari Disperta menyebutkan, potensi pengembangan tanaman tembakau di Bojonegoro mempunyai area seluas 11.521,9 Ha yang tersebar di 21 kecamatan. Rinciannya, terdiri tembakau jenis RAM 1.004,5 Ha, jenis jawa 2.289,5 Ha. Dan 8.227,9 Ha jenis tembakau virginia.(fin)