SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jumlah penumpang transportasi umum di Bojonegoro, Jawa Timur, menurun hingga 13,8 persen. Penumpang saat di dalam bus tidak boleh bicara hingga makan kecuali keadaan mendesak.
Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Budi Sugiarto mengatakan, setelah PPKM ditetapkan jumlah keberangkatan penumpang menurun. Kondisi itu berpengaruh terhadap sepinya terminal semenjak PPKM diterapkan mulai 5 Juli 2021 kemarin.
“Penumpang menurun hingga 13,8 persen. Apalagi protokol kesehatan semakin diperketat mulai memakai masker tiga lapis hingga pembatasan penumpang dalam bus,” ungkapnya, Kamis (8/7/2021).
Selain itu, bagi penumpang perjalanan jarak jauh wajib melakukan tes PCR berlaku hingga dua hari. Juga, menunjukkan sertifikat vaksin minimal tahap satu termasuk penumpang di bawah usia 18 tahun
“Jumlah keberangkatan dari terminal hingga 7 Juli kemarin sebanyak 440 penumpang saja,” tutur Budi.
Budi menjelaskan, sebelum PPKM jumlah transportasi dan penumpang masih normal. Kini, meski bus masih beroperasi jumlah penumpang di dalam bus dibatasi 50 persen. Sebab, untuk menerapkan prokes ketat untuk menekan virus korona.
“Ketika berada di dalam bus masker jangan dilepas harus menutupi hidung dan mulut. Juga tidak boleh bicara, makan dan minum dalam bus kecuali dalam keadaan penting atau mendesak,” ungkapnya.(jk)