Sungai Avur Dangkal, Pemdes Sumbertlaseh Minta PU SDA Normalisasi

22907

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pendangkalan dan penyempitan pada sungai Avur turut Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi momok bagi warga sekitar. Musababnya, setiap musim hujan sering terjadi banjir di lingkungan setempat.

Persoalan tersebut mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbertlaseh meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro melakukan normalisasi. Agar air bisa mengalir lancar saat musim hujan nanti tiba.

Kepala Desa Sumbertlaseh melalui Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Sumbertlaseh, Moch. Ali Yusuf Efendi menuturkan, bahwa pada musim penghujan lingkungan warga di belakang kawasan Pondok Pesantren sepanjang sungai avur tersebut sempat beberapa kali terkena banjir bandang. Akibat pendangkalan saluran yang berujung meluapnya air ke sekitarnya.

“Kami berharap, pihak PU SDA Kabupaten Bojonegoro bisa menormalisasi saluran avur seputaran Ponpes Al-Asmanah, Ponpes Al-Ridwan, Ponpes Abu Dzarrin dan sekitarnya. Serta meninjau patok batas milik PU SDA,” ucapnya, Kamis (08/07/2021).

Permintaan Pemdes Sumbertlaseh mendapat respon baik dari Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Tedjo Sukmono. Ia mengaku sudah pernah melakukan normalisasi saluran pengendali banjir tersebut. Dimulai dari saluran turut Desa Ngumpakdalem, sampai jembatan gapura masuk Desa Sumbertlaseh.

Baca Juga :   Fogging Pertamina Tekan Penyebaran DBD

“Pernah dua kali kita lakukan normalisasi di saluran yang di Sumbertalseh itu, tetapi terkendala akses untuk masuknya alat berat. Pernah kita coba malah ambles alatnya. Nanti kita lakukan lagi, pakai Excavator spider, ini yang terbaru. Insya Allah bisa,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Dijelaskan, saluran avur tersebut adalah saluran pembuangan pengendali banjir. Mulai dari sekitar Ponpes Abu Dzarrin hingga Jetak, diperkirakan panjangnya mencapai kurang lebih 1.500 meter. Menurutnya memang penting sekali untuk dinormalisasi. Namun, Tedjo berharap pihak Pemdes juga segera mengajukan proposal. Karena diperlukan penjagaan alat berat saat ada di lingkungan Desa Sumbertlaseh.

“Segera kita tindak lanjuti. Kita akan terjunkan Excavator spider. Selain itu, saluran avur mulai dari Desa Ngumpakdalem nantinya akan kita beri parapet atau plengsengan,” tandasnya.

Tedjo menambahkan, pengerukan untuk normalisasi saluran air saja tidak cukup mengendalikan banjir. Harus pula didukung perilaku warga sekitar untuk ikut menjaga sungai avur. Agar tidak cepat mengalami pendangkalan dan penyempitan.

“Jangan sampai sungai avur dipakai tempat membuang sampah. Normalisasi ini harus menyeluruh. Kalau di hulu normal, kebawahnya penyempitan ya tidak bisa lancar. Ini harus semua sampai ke ujung saluran pembuangan. Mari dijaga sama-sama,” pungkasnya.(fin)

Baca Juga :   Pembunuh Janda Muda Terancam Hukuman Mati

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *