Tinggalkan IB, KTT Ustan Mandiri Kembali di Kawin Ternak Alami

22899

SuaraBanyuurip.comSami’an Sasongko

Bojonegoro – Sejak tahun 2014, Kelompok Tani Ternak (KTT) Ustan Mandiri melakukan perkawinan dengan Inseminasi Buatan (IB) untuk meningkatkan usaha budi daya ternak sapi. Di tahun 2021 ini, kelompok ternak sapi yang berada di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai meninggalkan IB dan kembali di perkawinan ternak alami demi mendongkrak angka kebuntingan sapi mereka.

Ketua KTT Ustan Mandiri, Muhammad Ali mengatakan, bergesernya di kawin ternak alami, bukan berarti kawin IB tidak baik. Tapi lebih pada penyesuaian kebutuhan perkawinan sapi itu sendiri. Sebab ketika sapi betina mulai birahi tidak lantas bisa dilakukan perkawinan. Namun ada senggang waktu yang pas, dan manusia tidak akan ada yang tahu kecuali sesama hewan itu sendiri.

Selain itu, menurut Ali, terlalu seringnya indukan yang dimiliki di kawinkan buatan lama-lama kurang sesuai harapan.

“Saya bukan anti IB, kawin IB juga bagus. Hanya saja mulai bulan Juni 2021, saya milih kembali di perkawinan ternak alami sesuai kodratnya demi mendongkrak angka kebuntingan sapi yang dimiliki,” kata Muhammad Ali, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (07/07/2021) kemarin.

Baca Juga :   Tekan Biaya Pengeluaran, Keluarga Miskin di Bojonegoro dapat Bantuan Bibit Sayuran

Warga desa ring 1 lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) itu menjelaskan, ada empat indukan dan dua pejantan yang dimiliki untuk pacekan kawin alami.

Dalam prosesnya, lanjut Ali, diketahui bahwa saat indukan terlihat birahi, pejantan pun tidak langsung melakukan kawin, hanya mendekat saja ke indukan. Setelah beberapa jam kemudian, seakan pejantan tahu puncak birahi indukan dan baru melakukan perkawinan.

“Soal dilakukan berapa kali kawin, itu tergantung betinanya. Jika reproduksi sel telur betina bersatu baik dengan sel telur sperma pejantan, sekali perkawinan Insya Allah sudah bisa bunting,” ujarnya.

Ia menambahkan, guna menjaga pejantan tetap bugar selalu diberi makan teratur dan mengandung gizi. Tak hanya itu, sesekali juga diliarkan di tempat yang telah disediakan.

“Tidak pejantan saja yang diliarkan, betinanya pun juga saya liarkan. Semoga saja lancar, berhasil sesuai harapan. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *