SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sanggar Literasi Bojonegoro SMART, bersinergi dengan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar kegiatan pelatihan tata cara menulis buku ISBN (International Standart Book Number).
Sinergi kedua perkumpulan dalam bentuk kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Kantor Sanggar Literasi Bojonegoro SMART. Jalan Punden, Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Selasa (20/07/2021) lalu.
Ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PPDI Kabupaten Bojonegoro, M. Tahir mengatakan, dari kegiatan pelatihan tata cara menulis buku ISBN nantinya di harapkan para anggota PPDI Kabupaten Bojonegoro bisa berperan aktif dalam kegiatan literasi.
“Serta outputnya bisa mencetak buku tentang kegiatan difabel,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (22/7/2021).
Sementara, Owner Sanggar Literasi Bojonegoro SMART, Oktian Ika Ardhiani mengaku, senang bisa bersinergi dengan PPDI Cabang Bojonegoro dalam kegiatan pelatihan tersebut. Pihaknya juga siap untuk mendukung seratus persen hingga bisa menerbitkan sebuah buku.
“Selama ini banyak teman difabel yang punya potensi untuk menulis, namun kurang tergali karena kemungkinan kurang mengetahui ilmunya,” ungkap perempuan yang juga Kepala SDN Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Terpisah, Kepala Dinas (Kadin) Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusipda) Kabupaten Bojonegoro melalui Sekretaris Dinas Agus Purwanto, memberikan apresiasi kepada sinergitas kegiatan PPDI dan Bojonegoro SMART dalam bidang literasi.
Agus menilai, kegiatan itu sangat berarti dalam mengoptimalkan para penulis, khususnya di lingkup PPDI. Dengan semakin banyak cetak buku tentu bisa meningkatkan minat baca, sehingga menaikkan angka literasi yang ada.
“Harapan kami, gerakan minat baca bisa semakin meningkat,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Menyambung hal itu, pihaknya mengaku menerima proposal perihal kerjasama berupa semacam pojok baca dari beberapa lembaga belakangan ini. Disebutkan, salah satunya berasal dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bojonegoro.
“Tentu kami menyambut baik, gerakan yang membumikan literasi, menaikkan minat baca,” tandasnya.(fin)