SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – SKK Migas akan terus menggerakkan potensi yang ada dan terus berinovasi untuk mencapai peningkatan produksi di 2030 mendatang. Sebab, selama pandemi Covid-19 produksi migas baik jumlah produksi maupun wilayah kerja mengalami kendala.
Kepala Devisi Program dan Komunikasi SKK Migas Susana Kurniasih mengatakan, pandemi Covid-19 mempengaruhi usaha migas di segala sektor. Karena itu, SKK Migas harus berjalan cepat untuk mencari terobosan baru. Sebab, produksi migas tak bisa dihentikan karena sebagai penambah APBN.
“Kegiatan wilayah kerja terkena kendala karena pandemi Covid-19 karena itu harus bangkit dan mewujudkan 1 juta barel,” katanya, Selasa (27/7/2921 saat membuka Temu Netizen SKK Migas dengan tema “Kebutuhan Skill Milenial di Era Industri 4.0”.
Transformasi ini, kata dia, demi kebutuhan energi untuk masa depan dan selalu melakukan inovasi baru. Karena di era 4.0 banyaknya tenaga buatan, dan mengarahkan ke digital. Sehingga perubahan tata cara kerja, perubahan analisa bisa mencapai peningkatan di 2030 mendatang.
“Dan topik ini juga mempertimbangkan peserta. Karena memberikan pengalaman atau pengetahuan baru,” ungkapnya.
Maka penerapan digitalisasi dengan mengangkat tema Kebutuhan Skill Milenial di Era Industri 4.0 bisa membuka peluang untuk mahasiswa dan pemuda. Untuk mendapatkan pengetahuan dan meningkatkan keahlian jika ingin bergabung di SKK Migas.
“Karena yang mengikuti Ngobrol Pintar Ngebahas Migas (NGEGAS) 80 persen dari kalangan mahasiswa,” katanya.(jk)