SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Sebanyak delapan perusahaan di proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) telah kehabisan kontrak kerja. Hal itu, menyebabkan 645 tenaga kerja (naker) kehilangan pekerjaan. Namun, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Jawa Timur berusaha mengantisipasi pengangguran.
“Pengurangan naker terjadi semenjak Juni hingga saat ini. Namun, tidak terjadi secara bersamaan karena setiap perusahaan masa kontraknya berbeda-beda,” kata Rafiudin Fatoni Kasi Hubungan Industrial Disperinaker Bojonegoro.
Pengurangan naker, kata dia, karena delapan perusahaan di proyek JTB telah selesai kontrak kerja. Sebab, proyek gas JTB yang dikendalikan PT Pertamina EP Cepu ini setiap bulan mengurangi jumlah naker.
“Sebelumnya ada 36 perusahaan yang aktif di proyek gas JTB. Kini, tinggal 28 perusahaan yang masih ada kontrak kerja,” katanya, Rabu (28/7/2021).
Menurut dia sebanyak 7.054 naker pada Maret lalu berkurang dan kini tinggal 6.409 naker. Hal itu, karena terjadi pengurangan meski jumlahnya tidak terlalu besar. Sehingga, 645 naker untuk sementara kehilangan pekerjaan dan menganggur.
“Akan tetapi Disperinaker telah bekerja sama PT Tupai Adiamas Indonesia untuk mengurangi pengangguran. Perusahaan industri garmen itu berada di Kabupaten Boyolali dan membuka 600 lowongan,” ungkapnya.
PT Tupai Adiamas Indonesia ini, merupakan bentuk antisipasi Disperinaker untuk antisipasi pengangguran. Juga ia melanjutkan, untuk memfasilitasi dan menawarkan kepada naker yang terdampak pengurangan.(jk)