Naker Berkurang, Omzet Penjual Mamin Sekitar JTB Turun

23031

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Berkurangnya tenaga kerja (Naker) proyek Gas Jambaran-Tiung Biru yang bersentra di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dampaknya cukup dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Selain kembali menambah pengangguran di bumi Angling Dharma (sebutan lain Bojonegoro), juga para pembuka usaha warung makanan dan minuman (Mamin) ringan di sekitar area proyek Gas Processing Facility (GPF) JTB omzetnya menurun drastis.

Salah satu penjual mamin sekitar JTB, Kasiyem mengatakan, penurunan hasil yang diperoleh saat ini cukup drastis dibandingkan setahun lalu. Saat ini rata-rata sehari tinggal mendapatkan Rp. 400.000 belum dipotong modal. Padahal setahun lalu sehari mampu meraup hasil kurang lebih Rp. 2 juta sehari.

“Dampak dari pengurangan naker cukup kami rasakan. Bayangkan, dulu hasil yang saya dapat setelah dipotong modal capai Rp. 500.000 per hari. Sekarang tinggal dapat Rp. 100.000 per hari setelah dipotong modal,” kata Kasiyem, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (02/08/2021).

Warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem itu mengaku, tak terlalu gusar dengan adanya pengurangan naker dan berdampak pada penghasilan yang didapat. Karena memang kondisi pekerjaan proyek sudah mulai berangsur selesai.

Baca Juga :   TGE Akan Pasang Oil Boom di Sungai

“Soal rezeki Allah yang ngatur, jadi kalau jualan sepi ya bantu suami aktivitas bertani,” ujar Kasiyem yang membuka warung Mamin tak jauh dari jalan menuju gate 2 proyek GPF JTB sejak akhir tahun 2018 lalu.

“Sama Pak, kalau jualan disekitar lokasi proyek JTB sepi, saya juga jualan keliling lagi sambil bertani,” sambung Edi penjual es tebu.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 7.054 naker JTB pada Maret lalu berkurang dan kini tinggal 6.409 naker. Hal itu, karena terjadi pengurangan meski jumlahnya tidak terlalu besar. Sehingga, 645 naker untuk sementara kehilangan pekerjaan dan menganggur.(fin/sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *