SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyiapkan 902 tangki air bersih untuk desa-desa kekeringan. Saat ini masih masuk musim kemarau basah, sehingga belum ada permintaan droping air bersih ke desa-desa kering.
“Bojonegoro memasuki kemarau basah yang puncaknya pada bulan ini. Untuk sementara belum ada desa mengajukan permintaan dropping air bersih karena masih ada hujan,” kata Agus Purnomo Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Selasa (3/8/2021).
Puncak kemarau basah di Bojonegoro terjadi Agustus ini. Hal tersebut, kata dia, menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mempengaruhi terjadinya kekeringan di sejumlah desa di Bojonegoro.
“Karena biasanya Juli hingga Oktober tahun 2020 lalu sudah ada permintaan dropping air bersih dari desa rawan kekeringan. Namun, untuk saat ini belum ada desa yang mengajukan,” ungkapnya, Selasa (3/8/2021).
Untuk tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, telah menyiapkan 902 tangki air bersih untuk antisipasi kekeringan. Yakni per tangkinya 4.000 liter air disediakan jika ada desa mengajukan dropping air bersih.
“Untuk saat ini masih musim kemarau basah. Sehingga, belum ada desa-desa yang mengajukan dropping air bersih,” katanya.(jk)