Tingkatkan Indeks Pertanaman, DKPP Bojonegoro Tambah 9 Sumur Bor Baru

23106

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur, bakal menambah sembilan titik sumur bor baru. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di sekitar area sumur bor.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) DKPP Bojonegoro, Zainal Fanani mengungkapkan, pembangunan sumur bor nantinya diharapkan mampu mengairi area persawahan sekira 25 hektare setiap titik. Dengan demikian akan terjadi peningkatan IP.

“Misalnya IP 2, artinya bisa tanam padi dua kali setahun,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (12/08/2021).

Dijelaskan, IP adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama. Peningkatan IP di suatu wilayah, antara lain dengan cara optimalisasi penyediaan air untuk tanaman. Makin tinggi IP makin tinggi pula produktifitas pertanian.

Setiap tahunnya, lanjut Zainal, selalu ada usulan pembangunan sumur bor dari kelompok tani. Untuk tahun 2021 ini direncanakan ada sembilan titik sumur bor, tersebar di lima kecamatan. Yakni di Kecamatan Kanor, Baureno, Kedungadem, Purwosari dan Sumberejo.

Baca Juga :   Diduga Milik Perempuan yang Diamputasi

“Pagunya Rp. 1,6 miliar. Ini belum realisasinya lo itu,” ujar pria asli Blitar.

Ditambahkan, dalam menentukan titik sumur, diperlukan uji geolistrik terlebih dahulu untuk mencari titik sumber air berada. Tidak bisa asal membuat sumur.

“Sumur bor ini hibah kepada kelompok tani (poktan). Setelah diserahkan, tanggung jawab perawatan nantinya ada pada poktan,” jelasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *