SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Penggunaan gas bumi untuk rumah tangga melalui jaringan gas (Jargas) diklaim lebih aman dibandingkan menggunakan gas dari tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG). Pasalnya, tekanan gas melalui pipa jargas jauh lebih rendah dari tekanan gas dalam tabung LPG.
Sehingga masyarakat pengguna jargas diharap tidak perlu takut memanfaatkan gas yang dikelola oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) nantinya.
“Jaringan gas ini lebih aman daripada tabung LPG,” ungkap Humas PT. Hutama Karya, Anan Dwi Sutrisno kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (14/08/2021).
Menurut Anan, kunci pengamanan pada jaringan gas bumi terletak pada MRS (Metering and Regulating Station). Di MRS ini terdapat piranti yang mengatur kualitas dan tekanan gas yang mengalir dalam jaringan.
Tekanan gas dari MRS, diatur secara otomatis agar konstan menuju ke Regulator Sector (RS). Baik pada MRS maupun RS terdapat valve otomatis yang akan menutup sendiri jika timbul tekanan yang tidak stabil.
“Tekanan gas dalam jargas yang menuju rumah tangga sangat rendah. Hanya 0,03 bar. Risikonya kecil. Jadi sangat aman,” terang pria asli Jombang.
Selain bertekanan rendah, gas bumi juga memiliki berat jenis yang ringan. Sehingga apabila terjadi kebocoran, gasnya langsung menguap ke udara. Disamping itu juga ada kran disambungan rumah yang bisa untuk menutup aliran gas.
Berbeda pada LPG, tekanan gasnya jauh lebih tinggi. Yakni dikisaran 8 bar. Jika terjadi kebocoran pada LPG, gasnya memiliki berat jenis lebih berat, jadi akan mengendap dan mengumpul. Tekanan gas tersebut, lanjut Anan, dijaga agar tetap konstan dari jalur pipa utama pasokan gas menuju MRS. Tekanannya sekira 3 bar menuju ke Regulator Sector.
Sepanjang pipa distribusi dari Regulator Sector, tekanan gas diatur lebih rendah menjadi sekira 1 bar. Ketika masuk ke sambungan rumah tangga, tekanannya tak lebih besar dari udara dalam ban sepeda anak kecil. Yaitu diangka 0,03 bar. Jauh lebih rendah dari tekanan gas LPG.
“Selain tekanan gas rendah itu lebih aman, juga diantisipasi dengan sistem pengamanan. Mulai dari teknik pemasangan maupun bahan juga diatur agar aman,” ujar Anan.
Bahan PE (Polyethylene), menurut Anan, pada pipa berwarna kuning untuk jargas dikenal kuat, elastis dan anti korosi. Mampu menahan suhu hingga 60 derajat celcius, dan umur pipa tahan digunakan hingga 50 tahun.
Dengan ditanam di bawah tanah, juga mempunyai tingkat keamanan yang baik. Dan pipa menjadi awet karena stabil berada dalam suhu 20 derajat di bawah tanah.
“Insya Allah konstruksi jargas ini aman, masyarakat tidak perlu takut,” tegasnya.(fin)