Anggota Polres Bojonegoro Identifikasi Kebakaran Rumah Warga Sendangharjo

23136

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pasca kebakaran, sejumlah tim identifikasi Polres Bojonegoro bersama Muspika Ngasem melakukan identifikasi rumah warga Desa Sendangharjo, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, yang hangus terbakar, Selasa (17/08/2021) sekitar pukul 19.26 Wib.

Pantauan awak media ini menyebutkan, tim identifikasi langsung melakukan pengecekan disejumlah titik, yaitu tempat ground yang terhubung dengan meteran listrik. Dilanjutkan ke titik awal munculnya percikan api yang kemudian membakar rumah.

Salah satu korban kebakaran Muntiyono (40) menduga, kebakaran rumah itu terjadi bermula dari korsleting listrik yang kemudian menimbulkan percikan api dan jatuh di spring bed.

“Percikan apinya jatuh ke spring bed kemudian api membesar langsung membakar seluruh isi rumah,” kata Muntiyono yang domisili di Rukun Tetangga (RT) 07, Rukun Warga (RW) 02, Dusun Klumpang, Desa Sendangharjo, kepada SuaraBanyuurip.com, disela-sela menunjukkan sejumlah titik-titik yang diminta tim identifikasi, Selasa (17/08/2021) malam.

Terpisah Kapolsek Ngasem, AKP Agus Alfauzi mengatakan, sesuai keterangan dari Kumtini (38) istri Muntiono, bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 Wib yang saat itu dia sedang berada di dapur. Kemudian mendengar putrinya, yaitu Maghfiroh Nurhidayah (20) berteriak bahwa kamarnya terbakar.

Baca Juga :   Jelang Lebaran, Bus Pantura Dicek Kelayakan

Kemudian dicek dan diketahui dinding kamar yang terbuat dari kayu sebelah selatan bagian atas sudah terbakar dan api sudah merambat sampai tiang dan atap rumah yang terbuat dari kayu jati.

“Tindakan yang dilakukan Kumtini menyiram api dengan air seadanya dan teriak minta tolong kepada warga sekitar,” ujar AKP Agus Alfauzi.

Dijelaskan, api berhasil dipadamkan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro sekitar pukul 17.00 Wib.

Sesuai hasil olah tempat kejadian perkara bersama tim identifikasi, lanjut Agus, terdapat enam rumah dari kayu jati yang terbakar. Keenam rumah tersebut milik tiga orang warga setempat. Yakni Muntiyono, Pardi (50), dan Yismail (45).

Dengan masing-masing barang yang terbakar, rinciannya Muntiyono 1,5 ton gabah, 1 unit sepeda motor, 7 buah almari, 3 buah tempat tidur, 2 rumah dengan ukuran 13 x 9,5 meter dan 7 x 13,5 meter, serta surat-surat berharga lainnya.

Selanjutnya Pardi, 1 ton gabah, 2 buah almari, 2 buah tempat tidur, 3 rumah dengan ukuran 5 meter x 15 meter, 6,7 x 15 meter dan 6,7 x 15 meter. Kemudian Yismail yang rumanya separo terbakar, yaitu dinding kayu dan atap rumah ukuran 7,5 x 8 meter.

Baca Juga :   Positif Virus Corona Blora Bertambah 14 Orang

“Kejadian kebakaran ini diduga karena korsleting listrik. Sebagai barang bukti yaitu kabel sisa kebakaran, sekring listrik, dan abu sisa kayu yang terbakar,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Sendangharjo, Yuskarianto mengaku, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran rumah warganya. Hanya saja kerugiannya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Untuk korban jiwa tidak ada. Sedangkan untuk total keseluruhan kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 675 juta,” ucapnya.(fin/sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *