Jenazah Pasien Covid-19 di RSUD Bojonegoro Hanya Dimasukkan Kantong

23187

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Jenazah pasien yang meninggal dinyatakan positif terkonfirmasi Corona atau Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Jawa Timur, kini tak lagi dimasukkan ke dalam peti mati. Melainkan hanya dimasukan dalam kantong jenazah.

Hal itu terungkap dari keluhan salah satu warga, Heri Setyawan, yang menjemput jenazah ibunya, asal Desa Pohwates, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, dari pemulasaraan jenazah RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, Senin (23/08/2021) kemarin.

Setelah sebelumnya sempat dirawat di ruang ICU gedung H2 selama lima hari, almarhumah Kiswatin, Ibunda Heri Setyawan dinyatakan meninggal dunia positif terkonfirmasi Covid-19. Sehingga pemakaman dilaksanakan dengan prosedur protokol kesehatan.

“Saya merasa keberatan karena jenazah almarhum ibuku tidak dimasukkan dalam peti. Melainkan hanya dalam kantong jenazah,” ujarnya.

Heri mengeluhkan, selain dinilai tidak pantas, warga desa merasa takut, dan khawatir perlakuan jenazah yang demikian rentan terhadap penularan virus.

“Kalau dimasukkan kantong jenazah gini apa ya pantas, dulu pakai peti, kenapa sekarang cuma pakai kantong jenazah,” keluhnya.

Baca Juga :   Calon Duta Wisata Ukur Tinggi Badan

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, drg. Thomas Djaja membenarkan, bahwa sejak Senin (23/08/2021) kemarin, memang dalam proses pemakaman jenazah pasien Corona di RSUD setempat tidak lagi memakai peti. Tetapi hanya dimasukkan kantong jenazah.

Meski begitu, drg. Thomas mengaku tidak tahu menahu alasan jelas yang menjadi dasar keputusan itu.

“Saya belum tahu alasannya, besok saya koordinasikan dulu dengan pimpinan,” ucapnya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (24/08/2021).

Disinggung soal keamanan kantong jenazah apakah masih rentan menularkan virus corona, ia menyatakan hal itu cukup aman. Karena sebelum dimasukkan kantong jenazah, terlebih dulu jenazah dibungkus lapisan plastik yang diberi cairan disinfektan.

“Kalau sesuai protokol, pada jenazah sudah diberi lapisan plastik dan disemprot cairan disinfektan, saya kira aman,” tegasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *