SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan keprihatinannya atas adanya peristiwa yang disebutnya sebagai perang antar media. Dimana suatu media menyiarkan berita dan media lainnya membuat tandingan berita yang mengatakan hoax.
“Saya melihatnya kok lucu, ada media menyiarkan berita, lalu media lainnya mengatakan hoax,” katanya saat memberikan sambutan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke dua media Kabarpasti.com, Jum’at (27/08/2021).
Yang terjadi, kata Mas Wawan sapaan akrabnya, seperti ada perang antar media. Dimana pemberitaan suatu media di-counter (kanter) oleh media lainnya. Kejadian itu membuatnya prihatin.
“Kesannya jadi perang antar media. Media yang memberitakan suatu hal pasti, diserang media yang lain. Saya prihatin. Karena fungsi media sangat penting sebagai fungsi kontrol,” ujarnya.
Sepanjang, lanjut Mas Wawan, semua pemberitaan itu benar dan berimbang. Sebab kemajuan suatu kabupaten tidak terlepas dari peran media. Asal memang realistis. Ia menyatakan sepakat, karena itu memang fungsi kontrol sebuah media.
“Tapi kalau sudah ada kritik, ada masukan selalu dikanter dengan berita yang omong hoax, itu yang saya tidak sepakat. Apa jadinya Bojonegoro nanti,” tegasnya.
Pria asli Bojonegoro ini menambahkan, terlebih jika narasumbernya sulit dikonfirmasi. Padahal jika kritik itu memang kritik bersifat membangun, justru diperlukan. Dan jangan lantas diartikan kritik itu sebagai serangan.
“Saya yakin kawan-kawan media semua ingin Bojonegoro ini semakin maju kedepannya,” tandasnya.(fin)