Melihat Pengolahan Sampah TPA Banjarsari Jadi Listrik, Dipakai Kebutuhan Kantor

23242

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah diinisiasi semenjak 2011 lalu. PSEL in dapat mengurangi jumlah sampah basah per harinya yang menumeuk di TPA.

Gatoti Singkong, petugas pengelola TPA Banjarsari, mengatakan, semua sistem sudah berjalan dengan baik di PSEL TPA Banjarsari. Meski baru memiliki dua mesin untuk PSEL, di antaranya menggunakan mesin penghisap gas metan dan mesin mobil. Mesin mobil untuk merubah gas metan menjadi energi listrik.

“Setiap hari PSEL dapat digunakan, akan tetapi masih tergantung dari gas metan. Sebab, jika pagi hari timbunan masih mengandung air sehingga tidak bisa menghasilkan gas metan,” katanya, Rabu (1/8/2021).

Proses untuk PSEL ini, menggunakan timbunan sampah basah seperti daun dan ranting pohon. Kemudian di dalam timbunan sampah tersebut dipasang pipa untuk menghasilkan gas metan dan dialirkan ke pipa penampung.

“Pipa-pipa tersebut juga tersambung di mesin penghisap gas dan pengubah listrik,” ungkapnya.

Baca Juga :   Tiga Rumah Roboh Diterjang Puting Beliung

Dia menjelaskan, untuk ukuran energi watt yang dihasilkan dari PSEL ini belum diketahui karena belum pernah diukur. Namun, PSEL ini dapat menyalakan enam lampu panjang atau TL dan kipas angin di satu ruangan dari pagi hingga pukul empat sore atau jam kerja kantor.

Menurut dia, pengolahan sampah menjadi listrik ini sudah berjalan dengan baik selama ini. Akan tetapi, terdapat kekurangan karena di saat musim hujan tidak bisa menghasilkan gas metan sehingga tak dapat digunakan.

“Ya, karena gas metan tidak stabil dan lampu tidak bisa menyala. Itu salah satu kelemahannya,” jelasnya.

Ia berharap, PSEL ini dapat dikembangkan lebih luas lagi untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk di TPA Banjarsari. Sebab, per harinya sampah yang masuk ke TPA sebanyak 60 ton sampah.

“Sebenarnya, ada tiga pengolahan sampah di antaranya seperti kompos, sampah diubah menjadi BBM hingga PSEL ini. Tentu dari pengolahan ini bisa mengurangi jumlah sampah,” tambahnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Tim Gugus Tugas Corona Kecamatan Purwosari Bubarkan Resepsi Pernikahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *