SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disdagkop-UM) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memprediksi kuota tabung LPG (Liquid Petroleum Gas) 3 Kilogram (Kg) bakal mengalami penurunan 7 persen pada tahun 2022 mendatang.
Lantaran adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga di Bojonegoro yang saat ini sudah berlangsung pemasangan pipa Jargasnya.
Sekretaris Disdagkop-UM Bojonegoro, Ahmadi menuturkan, usulan tiap tahun untuk penambahan kuota LPG 3 Kg diprediksi bakal turun sebesar 7 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kalaupun ada penambahan kuota, hanya dikisaran 3 persen,” kata Ahmadi kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (02/09/2021).
Ahmadi menjelaskan, usulan penambahan kuota LPG dari tahun ke tahun rerata sebesar 10 persen. Sedangkan realisasinya bersifat dinamis. Bisa naik melebihi estimasi, dapat juga bergerak mendekati angka sesuai usulan kuota.
Seperti terjadi pada tahun 2019, dimana realisasi penambahan LPG 3 Kg melebihi kuota estimasi. Yaitu sebesar 31.951 Metric Ton (MT) atau setara 31.951.000 Kg. Kemudian pada tahun 2020, kebutuhan LPG kurang lebih sama dengan usulan penambahan kuota 10 persen, terealisasi sebanyak 32.069 MT atau setara 32.069.000 Kg.
“Eksisting tahun 2021, dalam estimasi kami, realisasi LPG di Bojonegoro akan mencapai 35.275,9 MT, atau sama dengan 35.275.900 Kg,” jelasnya.
Sementara, prediksi penurunan kuota tersebut tak lepas dari adanya jargas sebanyak 10.000 sambungan rumah (SR). Untuk tahun 2020 usulan penambahan kuota tetap ada kenaikan, meski hanya sebesar 3 persen atau turun sebesar 7 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sebab, data jumlah rumah tangga juga terus mengalami kenaikan,” ucapnya.
Dalam hitungan Disdagkop-UM, lanjut Ahmadi, jargas 10.000 SR hanya mengurangi kebutuhan LPG sebanyak 1.200.000 Kg atau 1.200 MT. Dasarnya, rerata kebutuhan LPG dalam satu rumah tangga di Bojonegoro sekira 3 sampai 4 tabung 3 Kg per bulan.
“Sehingga, untuk kebutuhan LPG 3 Kg tahun 2022 tetap kita ajukan kenaikan 3 persen, yaitu sebanyak 36.335.000 Kg atau 36.335 MT,” terangnya.
Ditambahkan, distribusi LPG di Bojonegoro dicover oleh 21 agen, dan 861 pangkalan. Sementara untuk pengisian dan pengangkutan dilayani oleh 4 SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji).
“Yakni SPPBE Latunsa Sumberejo, SPPBE Cahaya Negeri Kalitidu, SPPBE Swarna Bina Utama Kapas, dan SPPBE Kurniawan Mekar Agung Abadi Padangan,” imbuhnya.(fin)