SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, menjadikan Desa Kasiman, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai sasaran kegiatan pengabdian masyarakat dengan pemanfaatan jambanisasi, Sabtu (04/09/2021) kemarin.
Kegiatan yang digelar di rumah Kepala Desa Kasiman tersebut dikemas dalam bentuk seminar bertajuk “Local Community Sanitation Program : Pendidikan Masyarakat Sehat Dalam Upaya Pemanfaatan Jamban Sehat dan Berkelanjutan.”
Dekan Fisipol (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Unair Surabaya, Falih Suaedi mengatakan, program pengabdian masyarakat itu diwujudkan dalam bentuk pelatihan. Yakni, pendidikan masyarakat sehat dalam upaya pemanfaatan jamban sehat berkelanjutan di Desa Kasiman.
“Tujuannya, menambah pengetahuan masyarakat serta pemerintah desa setempat terkait kesehatan lingkungan serta optimalisasi jamban sehat,” kata pria asli Desa Kuncen, Kecamatan Padangan.
Dengan adanya pelatihan tersebut, Kepala Desa Kasiman, Rahmat Ghozali Dwianto, berterima kasih kepada pihak Unair. Bak gayung bersambut, beriringan dengan pelatihan itu, pengajuan jambanisasi untuk warga desanya diharapkan bisa segera terealisasi.
“Kalau nanti 30 paket yang kami ajukan bisa realisasi, maka tersisa 10 kepala keluarga yang belum memiliki jamban,” ujarnya.
Tahun 2021 ini, pihaknya menargetkan dari 1.240 Kepala Keluarga (KK) tidak lagi buang air sembarangan. Kendala yang menjadi tantangan Desa Kasiman adalah letaknya yang diapit hutan dan sungai. Menjadi sulit untuk melakukan jambanisasi.
Selain masalah jamban, lanjut Ghozali, musim kemarau juga menjadi ancaman bagi warga Desa Kasiman. Karena akan sulit mendapatkan air untuk kebutuhan harian.
“Saat kemarau, air menjadi kebutuhan yang sulit didapat di Kasiman,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan warga Desa Kasiman yang menjadi peserta pelatihan mendapatkan materi tentang bahaya buang air besar sembarangan serta kontruksi jamban sehat dari Koen Irianto Uripan.
Diketahui, Koen Irianto Uripan adalah ahli dibidang sanitasi total berbasis masyarakat dan menjadi konsultan WHO. Yang belum lama ini meraih gelar doktoralnya pada sekolah Pascasarjana Program Doktor Universitas Airlangga.(fin)