SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur telah menyediakan 662 tangki air bersih untuk antisipasi kekeringan. Hingga kini, sebanyak delapan desa di Bojonegoro telah mengajukan permintaan dropping air bersih ke BPBD.
“Untuk sementara sudah ada delapan desa mengajukan permintaan dropping air,” kata Agus Purnomo Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro.
Namun, ia melanjutkan, diperkiraan permintaan dropping air bersih akan menurun dibandingkan 2020 lalu. Sebab, menurut perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tahun ini musim kemarau basah.
Sehingga, permintaan dropping air bersih belum banyak karena masih ada hujan. Yakni yang telah mengajukan ada Desa Jatimulyo, Gamongan, Malingmati, Sukorejo, dan Ngranjang untuk Kecamatan Tambakrejo, sementara di Kecamatan Purwosari ada Desa Tlatah dan Pelem.
“Juga di Kecamatan Ngasem ada Desa Dukohkidul yakni di kawasan pondok pesantren,” katanya, Senin (6/9/2031).
Permintaan dropping air bersih, kata dia, diajukan desa melalui kecamatan semenjak Agustus lalu. Hal tersebut karena beberapa desa telah mengalami kekeringan. Karena itu, BPBD Bojonegoro, telah menyiapkan 662 tangki air bersih untuk antisipasi kekeringan. Yakni per tangkinya 4.000 liter air disediakan jika ada desa mengajukan dropping air bersih.
“Untuk saat ini sudah desa-desa mulaimengajukan dropping air bersih akan tetapi tidak banyak,” katanya(jk)