Tekuni Bisnis Kecambah, Sutani Warga Bojonegoro Raup Omzet Rp 6 Juta Perbulan

23398

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sutani, perempuan asal Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggeluti bisnis tauge semenjak 1990 lalu. Berkat ketekunannya, kini usaha tauge Sutani berkembang pesat dan memiliki omzet Rp 6 juta per bulannya.

Selain menumbuhkan perekonomian, usaha tauge atau kecambah milik Sutani ini mampu menyerap tenaga kerja yakni dari kalangan ibu rumah tangga. Menurut dia, tauge sangat dibutuhkan masyarakat karena untuk bahan masakan atau makanan kuliner.

“Misalnya seperti lumpia, gado-gado, rawon maupun soto hingga campuran sambal. Tauge ini, banyak dijual di pasar-pasar tradisional terutama di Bojonegoro,” kata Sutani Selasa (21/9/2021).

Namun, menurut Sutani budi daya tauge tidak terlalu rumit, akan tetapi memerlukan ketelatenan berupa teknik budidaya kecambah. Karena itu, ia dibantu tujuh orang warga untuk proses pembibitan, pembersihan, penyiraman hingga pengemasan saat hendak dijual.

Kini, usaha tauge Sutani yang tiga puluh tahun ia geluti berbuah manis. Ia sukses meraup omzet Rp 200 ribu per harinya atau sekitar Rp 6 juta per bulannya.

Baca Juga :   Trucuk Bojonegoro Bertekad Jadi Role Model Nasional Pengelolaan Sampah dari Dapur Warga

“Sehari target 100 Kilogram, pemasaran melalui tengkulak di pasar tradisional yang ada di wilayah Bojonegoro,” imbuhnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Talok, Samudi berharap usaha pertanian lokal ini tetap bisa eksis meski di tengah pandemi Covid-19. Dan mampu menumbuhkan perekonomian bagi petani maupun masyarakat yang ikut bekerja, khususnya kaum ibu-ibu. 

“Kami Pemdes Talok akan terus melakukan pendampingan agar mereka tetap eksis dan akan kami bina,”(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *