KSP Kawal Padi Bifortifikasi di Lampung

23438

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Lampung – Tim Kantor Staf Presiden (KSP) dari Kedeputian III, bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Pertanian, terjun ke lapangan untuk memantau produksi padi biofortifikasi di Lampung. 

Monitoring itu dilakukan, karena percepatan produksi padi biofortifikasi merupakan salah satu program prioritas nasional dari Presiden dan Wapres, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin. 

“Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin menaruh perhatian besar pada kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, salah satu untuk mencapainya, pengembangan padi bifortifikasi,” jelas Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Panutan Sulendrakusuma, di sela-sela kunjungan kerja di Lampung.

Dalam pers rilis dari KSP yang diterima Suarabanyuurip.com hari Sabtu (25/10/2021) disebutkan, pada tahun 2020 Bappenas menetapkan penanaman padi bifortifikasi masuk dalam program prioritas RPJMN 2020-2024. Pengembangan varietas padi yang memiliki kandungan sumber mineral atau Zinc (Zn) tersebut, merupakan terobosan dalam penanggulangan kekerdilan (stunting) di Indonesia. 

Kandungan Zinc yang mencapai 34,51 ppm, dan rata-rata 29,54 ppm tersebut, padi bifortifikasi diklaim bisa mengoptimalkan pertumbuhan tinggi dan berat anak. 

Baca Juga :   Pengiriman Pertamina DEX Belum Merata

Pengembangan budidaya padi bifortifikasi atau Inpari IR Nutri Zinc,  telah dilakukan sejak 2020 di beberapa daerah yang memiliki prevalensi balita stunting tinggi. 

Tahun ini, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian manargetkan, pengembangan padi bifortifikasi 46 hektare di 26 Provinsi. 

“Khusus di Provinsi Lampung, pengembangan padi nutri Zinc ditargetkan sebesar 46 hektare. Diantaranya tersebar di Kecamatan Kota Agung Timur, Kota Agung Barat, Pematang Sawah, dan Semangka,” terang Panutan. 

Berdasarkan hasil survey Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting Indonesia sebesar 27,67 persen. Angka itu masih di atas standar WHO, bahwa prevalensi stunting di suatu negara tidak boleh melebihi 20 persen. 

Program akselerasi penurunan stunting menjadi salah satu program priotitas pemerintah di sektor kesehatan, dengan target mencapai 14 persen pada 2024. (tbu) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *