Perseteruan Wabup vs Bupati Bojonegoro, Ketua FEMB Harap Bisa Damai dan Sinergi

M Subeki

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Perseteruan antara Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Budi Irawanto, versus Bupati Anna Muawanah yang berujung pelaporan ke polisi menarik perhatian Forum Elemen Masyarakat Bojonegoro (FEMB) untuk memberikan sumbang saran dan pemikiran. FEMB berharap kedua belah pihak segera berdamai dan bersinergi untuk menjalankan amanah rakyat.

Ketua FEMB, Mochamad Subekhi memahami bahwa baik Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dan Wakilnya Budi Irawanto menjalankan amanah sebagai pemimpin daerah yang di dalamnya terkandung pertanggung jawaban tidak hanya kepada pemerintah, maupun kepada rakyat Bojonegoro. Tetapi juga tetap bertanggung jawab kepada partai koalisi yang mengusung.

“Karena mereka bisa berangkat jadi pasangan Bupati dan Wabup berangkat awalnya adalah dari partai pengusung,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (28/9/2021). 

Marwah partai, lanjut Subekhi, harus tetap dijaga dari awal sampai akhir. Maka dari itu, pengusaha hotel dan resto ini berharap dalam waktu dekat, setelah kedua belah pihak diundang oleh partainya masing-masing untuk bertemu duduk bersama dan memberikan klarifikasi, yang pada akhirnya mencarikan opsi solusi yang terbaik. 

Hal pertama yang ia harapkan terjadi dari pertemuan kedua partai pengusung bersama kedua pihak berseteru, adalah sebaiknya ada perdamaian di antara keduanya untuk bisa menjalankan tugas kewajibannya dengan baik. Saling hormat menghormati, saling menghargai dan juga saling bisa bersinergi. 

Baca Juga :   Polsek Kawal Pengesahan Calon Warga Baru PSHT Ranting Gayam

“Lebih-lebih bisa saling berintrospeksi diri,” tandasnya. 

Pria yang juga menjabat Ketua Perhimpunan  Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini membuat penyederhanaan dalam sebuah analogi antara ikan gemuk dan ikan kurus. 

“Segemuk-gemuknya ikan pasti ada durinya, sekurus-kurusnya ikan pasti ada dagingnya,” ujarnya. 

Subekhi mengartikan istilah analogi tersebut,  bahwa setiap manusia pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Oleh sebab itu diharapkan dari kedua belah pihak antara Wabup Wawan dan Bupati Anna, bisa saling mengisi kekurangan dan kelebihan itu hingga bisa bersinergi. 

“Insya Allah, nanti ketika koalisi partai pengusung ini bisa mendamaikan, dengan satu harapan, sekaligus agar beliau berdua itu membangun komitmen yang kuat. Agar nanti sampai akhir jabatannya bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya,” imbuhnya. 

Hal itulah menurut Subekhi, sebetulnya yang diinginkan oleh rakyat Bojonegoro. Kalau seandainya ada orang-orang tertentu mengatasnamakan pribadi, yang kemudian membisiki atau memprovokasi justru akan semakin memperuncing permasalahan. Sebab itu lebih pada kepentingan-kepentingan pribadi yang tidak menginginkan kedua pihak berdamai dengan baik. 

“Tetapi kalau secara kepentingan masyarakat umum, mesti berharap agar Bupati dan Wabup ini bisa bersinergi dan kerja sama yang baik. Saling menghormati, menghargai, saling berintrospeksi diri untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya,” ucapnya. 

Baca Juga :   Warga Diminta Waspadai Musim Ekstrim

Begitu juga berkoordinasi antara lembaga-lembaga yang lain. Karena kalau tidak, Subekhi menilai akan membawa ekses yang kurang baik terhadap kinerja pemerintah. Apakah Bupati dan Wabup beserta jajarannya, atau Bupati dan Wabup dengan lembaga yang lain. Termasuk Forkopimda maupun DPRD yang mengawasi kinerja keduanya. 

Jika solusi terbaik bisa diwujudkan melalui partai koalisi, pria ramah ini berkeyakinan akan didapatkan kedamaian di Bojonegoro. Karena itu, Subekhi menyayangkan perseteruan yang terjadi saat Bojonegoro sedang membangun dan mulai dirasakan oleh rakyatnya. 

“Jangan sampai itu terganggu karena permasalahan pribadi yang menimbulkan ketidaknyamanan semua pihak,” katanya mengingatkan. 

Mantan anggota DPRD ini juga mengharapkan agar masyarakat bisa terus bersama Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, tidak menjadi terbelah, untuk membangun Bojonegoro yang diistilahkannya gemah ripah loh jinawe karta raharja.  

“Syukur kita berpegang agar Bojonegoro baldatun thoyibatun warobbun ghofur. Mari kita pikirkan kepentingan yang lebih besar, untuk membangun Bojonegoro kedepan yang lebih baik,” pungkas Subekhi.(fin)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *