Pekerja EMCL Berbagi Cerita Ikuti Pelatihan OPA di PPSDM Migas

23514

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di industri minyak dan gas bumi (Migas), ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terus berkomitmen mengembangkan sumber daya manusia yang berkompeten. Kali ini, PPSDM Migas Cepu berkesempatan untuk menyelenggarakan pelatihan Operasi Pesawat Angkat (OPA) yang diadakan bersama EMCL. 

Pelatihan Operasi Pesawat Angkat (OPA) ini dilaksanakan selama dua hari,  Senin – Selasa (4 – 5/10/2021), dan diikuti dengan sertifikasi di hari berikutnya yang berupa ujian tulis dan wawancara. 

 Dalam pelatihan Operasi Angkat Pesawat (OPA), bidang kompetensi yang diajarkan meliputi kompetensi tentang penyiapan operasi crane mobil, crane putar tetap, crane jembatan dan forklift, pengoperasian crane mobil. Kemudian, crane putar tetap, crane jembatan dan forklift, mengikat dan mengendalikan beban, beban statis dan dinamis, membuat laporan operasi crane mobil, crane putar tetap, crane jembatan dan forklift. 

Setelah melalui pelatihan, peserta kemudian melaksanakan sertifikasi. Sertifikasi Operasi Pesawat Angkat (OPA) menjadi penting untuk dilakukan untuk mengukur kompetensi pekerja di bidang Operasi Pesawat Angkat, Angkut, dan Ikat Beban sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 135 Tahun 2015 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Bidang Operasi Pesawat Angkat, Angkut dan Ikat Beban.  

Baca Juga :   Pansel Dirut ADS Belum Terima Nama-Nama Calon

Selain itu, pelatihan ini berguna agar operator pesawat angkat menjadi tenaga kerja yang kompeten dan profesional.  

Beberapa peserta pelatihan berbagi ceritanya selama mengikuti pelatihan OPA di PPSDM Migas. Suma, salah satu peserta dari EMCL, mengungkapkan bahwa pelatihan ini esensial untuk dilakukan dan berguna di pekerjaannya. 

“Karena di pedestal crane seringkali membutuhkan maintenance,” ungkapannya. 

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu peserta pelatihan lain dari EMCL, Ismail. 

“Tujuan saya mengikuti pelatihan ini karena saya harus siap ketika dibutuhkan di tempat kerja,” tutur Ismail. 

Pemaparan materi oleh pengajar PPSDM Cepu pun dinilai mudah dimengerti dan membantu peserta agar bisa mengerjakan ujian tulis dan wawancara. 

“Pemaparan teori yang diberikan sangatlah bagus dan mudah dimengerti. Selain itu pengajar dan materi yang diberikan sangat baik dan sangat bermanfaat,” ungkap Ismail.(adv/suko) 


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *