Harumkan Bojonegoro, Nur Afif Persembahkan Perak di Cabor Kurash PON XX Papua

23529

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Nur Afif Berliani, atlet cabang olahraga (Cabor) Kurash asal Desa/Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berhasil mengharumkan kota kelahirannya setelah mempersembahkan medali perak di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, mewakili Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk Cabor Eksebisi Kurash.

Afif, sapaan akrab gadis remaja 21 tahun ini mengaku, sangat belum puas dengan prestasi yang diraih dalam mewakili Provinsi Jatim di PON ke XX Papua untuk Cabor Eksebisi Kurash. Musababnya, target emas yang hendak diraih di kelas +87 Kilogram (Kg) terpaksa harus terlepas digenggam lawan tandingnya, Marcelina Papara wakil dari tuan rumah, Papua.

“Saya sangat belum puas, Mas. Perjalanan saya masih sangat jauh dan masih banyak yang ingin saya capai sampai saya bisa menguasai kelas + 87kg dan bisa lolos pelatnas mewakili Indonesia,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (09/10/2021).

Kekalahan Afif, bukan karena kurang latihan. Melainkan karena lawannya lebih kenyang pengalaman di Cabor tradisional asli Uzbekistan ini. Soal persiapan, dara pemilik Zodiak Capricorn ini bahkan mengaku telah berlatih dengan periode latihan tiga kali sehari sesuai porsi makan.

Baca Juga :   Menpora RI Dito Ariotedjo Resmi Buka Kejuaraan Tarkam di Dolokgede Bojonegoro

“Ya latihan sehari tiga kali sesuai porsi makan. Tetapi latihannya yang didampingi pelatih itu dua kali, pagi dengan sore. Satu kalinya itu kita nambah latihan sendiri latihan di Dojo Kertajaya Surabaya,” ujarnya.

Kekalahan hanyalah kemenangan yang tertunda, prinsip itu dipegang oleh anak ke enam dari tujuh bersaudara ini. Karena dengan menambah jam latihan, Afif optimis mampu meningkatkan prestasinya. Kendati, ia mengakui jam terbang Marcelina dengan dirinya memang berbeda. Sebagai seniornya, Marcelina sudah melanglang ke berbagai negara di olahraga yang mempunyai kemiripan dengan judo.

“Ya kalah saya hanya dapat points 1 yang berarti jatuh. Tetapi menurut saya itu sangat sayang sekali, jika saya latihan ditambah lagi pasti saya bisa. Tetapi juga emang beda jam terbang, Mas,” terangnya.

“Lawan saya itu sudah pernah mewakili Indonesia. Tentunya latihanya  sudah TC berkali-kali diluar negeri seperti Korea, Rumania dan sebagainya. Umurnya sudah 29 tahun senior saya,” imbuh Afif.

Selain sibuk berlatih dan kuliah, Mahasiswi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) semester ke V kelahiran 8 Januari 2000 ini mengaku, berkeinginan memperkenalkan kurash ke kota asal. Dengan harapan makin banyak bibit atlet kurash dari Bojonegoro yang mampu mempersembahkan medali selain dirinya.

Baca Juga :   Tundukan Sinar Mas 3-0, Bojonegoro Selection Lolos 8 Besar

“Saya berencana lebih mengenalkan olahraga ini ke masyarakat. Khususnya kepada adik-adik saya di Bojonegoro. Insya Allah saya akan turun langsung, buka latihan kurash di Bojonegoro,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *