SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kembali menjadi jujugan studi banding. Kali ini, KONI Kabupetan Trenggalek datang untuk belajar tentang administrasi dan verifikasi keberadaan klub, Minggu (10/10/2021).
“Di KONI Bojonegoro ada yang namanya raport bagi klub,” kata Ketua KONI Kabupaten Bojonegoro, Ali Mahmudi memberikan wawasan kepada rombongan KONI Kabupaten Trenggalek yang dipimpina ketuanya Nurhadi.
Menurut Ali, Bojonegoro sekarang memasuki verifikasi cabang olahraga tahap dua atau lanjutan. verifikasi ini dipimpin oleh Sekretaris KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan. Hasil verifikasi dituangkan dalan bentuk raport kepada Cabang Olahraga anggota KONI Bojonegoro.
“Hasilnya ada yang merah kurang baik, ada yang kuning dan juga hijau sangat baik,” imbuhnya.
Verifikasi sendiri lanjut Ali di antaranya adalah terkait keberadaan klub dan administrasi seperti surat keputusan (SK) klub.
“Karena jelas untuk bisa jadi anggota KONI minimal punya dua klub,” ungkap Ali.
Selain itu, lanjut dia, verifikasi juga terkait administrasi surat keluar masuk dan sekretariat klub. Termasuk rapat pengurus cabang olahraga yang diverifikasi melalui notulen dan absensi rapat.
“Kalau gak pernah rapat kan jelas tidak ada programnya suatu cabang olahraga,” tegas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ali mempersilakan pengurus KONI Trenggalek bertanya bentuk dan materi verifikasi ke Sekretaris KONI, Tonny Ade Irawan. Begitu juga mengenai pembinaan cabang olahraga dan pembenahan administrasi.
“Kita akan berikan contoh bentuk verifikasi dan hasilnya atau raportnya,” sambung Tony.
Ketua KONI Kabupaten Trenggalek, Nurhadi mengucapkan terima kasih atas penjelasan tentang verifikasi, administrasi dan pembinaan cabang olahraga yang diberikan KONI Bojonegoro.
“Ternyata KONI Bojonegoro memiliki jawaban atas masalah kita,” tegas Nurhadi
Dia menjelaskan inspirasi dari Bojonegoro ini tentu akan membuat cabang olahraga di Trenggalek lebih peduli dan pengurusnya bisa lebih aktif.
Menurut Nurhadi banyak hal yang bisa ditiru dari Bojonegoro untuk perbaikan KONI Trenggalek. Karena itu dia meminta ijin menerapkan verifikasi administrasi sama seperti Bojonegoro di KONI Trenggalek.
“Luar biasa Bojonegoro ini, ” tegas mantan anggota DPRD Trenggalek ini.
Rombongan KONI Kabupaten Trenggalek diterima oleh Pengurus KONi Kabupaten Bojonegoro di Sekretariat Jalan Gajah Mada.(suko)