SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Sebanyak dua tempat pembuangan akhir (TPA) di Bojonegoro, Jawa Timur sampai saat ini belum mampu menampung besarnya volume sampah. Sebab, warga Bojonegoro per harinya menghasilkan 550 ton sampah.
Untuk mengatasi hal ini, pada 2022 mendatang DLH Bojonegoro akan menambah satu TPA di Kecamatan Temayang dengan luasan sekitar 3,6 hektare. Dan 5 tempat pembuangan sampah (TPS) untuk di beberapa titik jalan.
“Penambahan satu TPA dan 5 TPS ini untuk mengurangi volume sampah di Bojonegoro,” kata Hanafi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro.
Dia mengatakan, penambahan TPA dan TPS itu sudah disepakati saat rapat badan anggaran (Banggar) kemarin. Sebelumnya, DLH mengusulkan 10 TPS akan tetapi yang disepakati 5 TPS.
Usulan ini, tentu karena volume sampah di Bojonegoro sangat besar yakni 550 ton atau 0,4 kilogram (kg) jika dihitung per penduduk untuk satu harinya. Dia melanjutkan, untuk saat ini Bojonegoro memiliki 48 TPS dan 2 TPA yang berada di Banjarsari dan Bandungrejo.
“Untuk satu TPA yang akan dibangun tepatnya di Desa Buntalan, Kecamatan Temayang. Yang nantinya akan menelan anggaran Rp 6,2 miliar. Yakni dengan rincian di antaranya seperti pengadaan alat berat dan pembangunan kantor,” jelasnya, Sabtu (16/10/2021).
Sementara, untuk luasan TPA seperti di Banjarsari seluas 6,3 hektare, Bandungrejo 2,2 hektare, dan yang akan dibangun di Temayang seluas 3,6 hektare. Dua TPA tersebut belum mampu menampung sampah di Bojonegoro yang dihasilkan. Bahkan di Banjarsari tinggi sampah mencapai 7 meter.
“Maka perlu dibangun TPA dan TPS untuk mengurangi volume sampah. Juga, harus ada perubahan pemikiran masyarakat agar mengurangi jumlah sampah yang dibuang,” tambahnya.(jk)