SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Jakarta – Investasi migas pada tahun 2022 ditargetkan sebesar US$22,59 miliar. Target tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun 2021 sebesar US$ 12,38 miliar (Rp179,37 triliun).
“Kami optimis kegiatan usaha migas dapat terus membaik sehingga menargetkan investasi migas tahun 2022 sebesar US$22,59 miliar,†ujar Sesditjen Migas Alimuddin Baso mewakili Dirjen Migas dalam Konferensi Pers Update Kebijakan Capaian Kinerja Subsektor Migas Triwulan III Tahun 2021, dalam keterangan resminya.
Penawaran Wilayah Kerja Migas tahun 2022 masih dalam tahap evaluasi. Rencananya ada 12 WK migas yang akan ditawarkan. Sedangkan untuk pemanfaatan gas domestik, Pemerintah menargetkan dapat ditingkatkan ke angka 66%.
“Pemerintah akan terus berupaya menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tepat dan memantau pelaksanaan kebijakan tersebut melalui kerjasama lebih erat dengan stakeholder,†kata Alimuddin.
Sementara itu berdasarkan hasil Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, target Lifting Migas tahun 2022 dipatok sebesar 703 MBOPD dan lifting gas bumi sebesar 1.036 MBOEPD, dengan ICP rata-rata sebesar US$63 per barel.
Alimuddin melanjutkan, terkait penyesuaian harga gas untuk industri tertentu dan kelistrikan dengan memberikan keterjangkauan harga pada konsumen terus dipantau sehingga diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang lebih baik untuk tumbuhnya perekonomian nasional.
Pembangunan infrastruktur migas juga masih akan terus dilaksanakan. Sesuai dengan hasil Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, kata Alimuddin, disepakati pembangunan jargas di tahun 2022 ditargetkan sebanyak 40.000 sambungan rumah. Sementara kegiatan pendistribusian Konkit Nelayan ditargetkan sebanyak 30.000 paket dan Konkit Petani sebanyak 30.000 paket.
“Pada tahun 2022 akan menjadi penanda dimulainya kegiatan pembangunan Pipa Transmisi Ruas Semarang – Batang sebagai bagian dari ruas Cirebon – Semarang,” pungkas Alimuddin.(suko)