SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur membeberkan kronologi terbalikanya perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo, Rabu (3/11/2021). Peristiwa tragis yang menghanyutkan belasan penumpang itu terjadi antara Dusun Gemblo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dengan Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Tepatnya di samping proyek pembangunan jembatan Kanor-Rengel (Ka-Re).
“Kejadiannya sekira pukul 9.30 Wib. Saat itu perahu dari tambangan Dusun Gembolo, Rengel menuju Semambung,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto.
Dijelaskan, perahu yang terguling terbuat dari besi dengan ukuran kurang lebih 15 x 12 meter menggunakan mesin diesel. Saat itu perahu ditumpangi sekitar 15 orang dan 10 sepeda motor. Namun, ketika perahu yang disopiri Kasiyan (60), warga Desa Semambung, sampai di tengah tiba-tiba oleng dan terbalik.
“Kami masih menyelidiki penyebab perahu ini bisa terbalik. Tapi saat ini kita fokuskan pencarian korban hanyut,” tegas Ardhian.
Salah satu korban selamat, Novi Andi Susanto mengatakan, sekira pukul 09.25 wib dirinya bersama penumpang naik perahu dari tambangan Dusun Gemblo menuju tambangan Desa Semambung.
“Sampai di tengah tiba-tiba perahu oleng dan terbalik. Kami semua hanyut. Mungkin karena arusnya deras,” ujarnya.
Hingga pukul 12.25, jumlah korban selamat sebanyak 11 orang. Yakni Mujianto, warga Wonokerto RT.02/ 05 Kecamatan Sale Kabupaten Rembang;  Arif Dwi Stiawan (39), warga Rengel RT.05/06; Budi (24), warga Ngadirejo RT.03 RW.01 Kecamatan Rengel; Nofi Andi Susanto, warga Jalan Majapahit Tuban No 32 Sidorejo RT.04 Rw Kecamatan Tuban; dan Tasmiatun Nikmah (33), warga Desa Maibit Rt.02 RW.03 Kecamatan Rengel.
Kemudian, Abdul Hadi (9) warga Desa Maibit Rt.02 Rw. 03 Kecamatan Rengel; Abdulloh Yantim (3) warga Maibit Rt. 02 Rw. 03 Kecamatan Rengel;  Matsarmuji (56) Desa Rengel Rt.02 Rw. 04; Hafid (4) Desa Semambung RT 4 RW 2;  Adit (3) warga Maibit; dan Aat (7) warga Sidorejo, Tuban.
Sedang korban lainnya yang belum ditemukan di antaranya Kasiyan (60) pengemudi perahu; Erma Azila (27) dan Dian 27, keduanya warga Semambung; Toro (40), pekerja proyek jembatan asal Rembang, Jawa Tengah; Sutari (50), dan Basori (45) keduanya warga Maibit, Tuban.(jk)
Â