SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pekerja sektor perekonomian di Bojonegoro, Jawa Timur, menerima bantuan jaring pengaman sosial (JPS), Senin (8/11/2021). Bantuan bersumber dari belanja tak terduga (BTT) terdampak Covid-19.
Bantuan itu diperuntukkan bagi pelaku UMKM atau IKM, yakni meliputi pedagang pasar, pedagang kaki lima (PKL) serta Serikat Sopir Indonesia (SSI) di Bojonegoro. Bantuan ini didistribusikan Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro untuk UMKM terdampak Covid-19.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos Bojonegoro, Titik Rini, mengatakan, pendistribusian JPS BTT ini dikhususkan bagi para pekerja sektor ekonomi terdampak Covid-19. Termasuk pedagang pasar, pelaku UMKM, pedagang kaki lima hingga para sopir.Â
“Kami menerima data terkait pelaku UMKM/IKM terdampak dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, serta Satpol PP untuk para PKL dan SSI dari Dinas Perhubungan,” kata Titik.
Dia mengatakan, jumlah total bantuan yang disalurkan sebanyak 5 kilogram (kg) beras bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Serta uang tunai dengan nominal sebesar Rp 200 ribu dari JPS BTT yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.
Pendistribusian, kata dia, di wilayah Kota Bojonegoro sudah dilakukan pada Selasa dan Kamis minggu lalu. Dan untuk pendistribusian dipusatkan di shelter PMKS Dinsos Bojonegoro.
“Di antaranya Pasar Kota, Banjarejo dan Pasar Hewan. Untuk mempermudah nantinya kami juga akan menyasar di Pasar Kalitidu hingga Malo, bagi pemilik KTP yang sesuai domisili,” jelasnya.
Dia menambahkan, syarat penerima JPS BTT tidak berasal dari penerima bantuan pangan non tunai/Daerah, program keluarga harapan (PKH) maupun bantuan sosial tunai (BST). Dengan total keseluruhan terdapat 2.500 KPM.(jk)