SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Kontraktor pelaksana proyek jaringan gas (Jargas) PT Hutama Karya (HK) kini telah mulai memproses pemasangan meteran pada Jargas untuk rumah tangga di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Meteran sudah mulai dipasang. Tapi kelihatannya masih kurang rapi ya. Jadi perlu dirapikan lagi agar tertata baik,” saran Subekti, warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota.
Warga yang tinggal di Rumun Tetangga (RT) 08, Rukun Warga (RW) 08 tersebut mengaku, guna mendapat kompor gratis diminta mengumpulkan Kartu Keluarga (KK) ke pengurus RT setempat sebagai bentuk pendataan.
“Informasi dari warga yang tinggal di RT 33, RW 08 juga sama,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Hutama Karya, Anan Dwi Sutrisno mengatakan, bahwa pemasangan meteran belum selesai, dan masih dalam proses. Karena itu pihaknya memohon warga bersabar untuk kerapiannya.
“Belum selesai itu, Mas. Sabar nanti pasti dirapikan,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (13/11/2021).
Sedangkan mengenai tekanan gas bumi. Anan menjelaskan, bahwa tekanan gas bumi sangat jauh berbeda dengan liquefied petroleum gas (LPG). Tekanan pada gas bumi yang melalui sambungan rumah, hanya sebesar 0,03 bar. Sangat kecil dan aman jika dibandingkan dengan tekanan LPG yang mencapai sebesar 8 bar.
“Hanya sebesar tekanan ban dalam sepeda anak-anak, justru sangat aman. Jauh lebih rendah dibanding tekanan gas LPG,” jelasnya.
Dijelaskan pula oleh Anan, bahwa perihal layanan gas bumi, mulai ketetapan harga, sistem pembayarannya dan sebagainya, bukan kewenangannya. Karena merupakan kewenangan Perusahaan Gas Negara (PGN).
“Kami hanya bertugas menyediakan infrastuktur gas bumi,” imbuhnya.(fin)