SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro -Â Hujan deras yang mengguyur wilayah Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (13/11/2021) kemarin, tidak hanya merendam jembatan darurat di poros jalan umum kecamatan (PUK) setempat. Lahan pertanian sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu dan Jalan nasional Bojonegoro – Padangan, juga terendam banjir.
Lahan pertanian yang terendam banjir tersebar di sejumlah desa di antaranya di Desa Gayam, Begadon, Ringintunggal, Katur, Sudu, Beged, Ngraho dan Cengungklung. Tanaman padi yang sebagian besar baru ditanam terendam banjir.
“Tadi pagi mau ngemes (memupuk) nggak jadi. Tanaman padinya nggak kelihatan, terendam banjir,” ujar Narto, petani Begadon kepada suarabanyuurip.com, Minggu (14/11/2021).
Menurutnya, banjir tidak berlangsung lama. Sekitar pukul 09 WIB, air yang merendam lahan pertanian di Desa Begadon mulai surut.
Selain lahan pertanian, banjir juga merendam jalan nasional Bojonegoro – Padangan, tepatnya turut Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Air menggenangi jalan raya setinggi 10 cm sampai 15 cm sepanjang sekitar 100 meteran.
“Ini sudah berulang kali terjadi. Setiap hujan lebat dengan waktu lama pasti air meluber ke jalan raya,” sambung Endro, warga Beged.
Endro mengungkapkan, banjir ini disebabkan buruknya penataan saluran air (drainase) mulai dari wilayah hulu sampai hilir. Yakni mulai wilayah Mojodelik hingga Ngraho.
“Harusnya ada normalisasi saluran air dari hulu dan penataan pembuangan air di hilir. Sehingga ketika hujan lebat air tidak meluber ke mana-mana,” sarannya.
Ia menambahkan, jika kondisi tersebut tetap dibiarkan akan merugikan masyarakat, khususnya petani.
“Kalau tanaman padi sering terendam air ya pasti mati. Petani bisa gagal panen,” pungkasnya.(suko)