SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Menjadi desa yang mempunyai visi sebagai Desa Wisata dan Budaya, masa pandemi menjadi kendala utama bagi Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Praktis aktivitas wisata harus berhenti. Itulah kenapa kami memilih untuk mulai merintis sektor turunannya,” kata Ramon Pareno, selaku Direktur BUMDes Kerto Romo Raharjo yang dipercaya Pemdes Sambongrejo sebagai operator wisata.
Salah satunya adalah penggalian potensi lokal guna menghasilkan Produk Unggulan Desa.
“Dari penggalian potensi itulah kami menciptakan suvenir berbasis ke arifan lokal,” tambahnya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (16/11/2021).
Salah satunya adalah Sambel Uleg varian Sambel Abang dalam kemasan.
“Ini bentuk suvenir yang unik, karena resepnya dari warga setempat kemudian kami kemas agar diterima di pasaran,” tambahnya.
Selain rasanya, keunikan sambal khas Desa Sambongrejo ini adalah fungsinya. Dimana sambal ini sangat multifungsi, bisa jadi cocolan ataupun sebagai campuran bumbu masak pedas.
Meskipun belum secara resmi diluncurkan sebagai Produk Unggulan Desa (Prudes) Sambongrejo, ternyata sambel khas ini sudah diminati oleh konsumen.
“Baru dikenalkan sudah masuk pesanan, diantaranya dari wilayah Kecamatan Kota hingga dari Kota Solo,” pungkasnya.
Sementara itu, Arief Yulistiyo selaku Ketua Lembaga Adat Desa menyebutkan bahwa salah satu ke khas an kuliner Desa Sambongrejo adalah rasa pedasnya yang bikin kapok tapi membuat ketagihan.
“Jadi sangat layak kalau rasa khas ini menjadi produk unggulan desa, selain tentunya karena potensi bahan bakunya melimpah,” tambahnya.
Diharapkan nantinya, produksinya bakal menggunakan basis rumahan. Sementara pihak BUMDes hanya akan memgemas dan memasarkan keluar desa.
“Apalagi bila suvenir sambal ini bisa nampang di toko-toko, minimal mengenalkan budaya kuliner dari desa kami,” pungkas Arief.(suko)