SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Jawa Timur menggelar sosialisasi moderasi beragama dan wawasan nusantara. Acara digelar di Hotel Bonero Kalitidu, Kamis (18/11/2021). Sosialisasi diikuti 240 penyuluh agama Islam fungsional dan penyuluh non PNS di lingkungan Kemenag Bojonegoro.
Ketua Panitia, Muh. Abdulloh Hafith mengatakan, tujuan sosialisai ini untuk meningkatkan pengetahuan penyuluh agama Islam tentang moderasi beragama dan wawasan nusantara yang konprehensif.
“Sehingga, para penyuluh dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan utuh, benar dan damai,” kata Abdullah Hafith juga Kasi Bimas Islam Kemenag Bojonegoro itu.
Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro H. Munir menjelaskan, sesuai program dari Menteri Agama RI ada tiga tugas pokok penyuluh agama Islam. Yakni penguatan moderasi beragama, religiusite Index, dan pada 2022 diharapkan di setiap daerah tidak ada permasalahan dalam beragama.
“Jika ada masalah tentu diharapkan dapat segera terselesaikan,” katanya.
Di mengatakan, semua penyuluh bukan hanya moderasi saja, akan tetapi harus diaplikasikan dalam tugasnya sebagai penyuluh agama Islam. Sikap moderat penyuluh juga harus diterapkan.
Ada tiga sikap moderat, kata dia, yakni komitmen kebangsaan dibuktikan dengan setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, juga anti kekerasan. Serta toleransi kepada umat lain, dan melestarikan kearifan lokal.
“Karena moderasi beragama berarti penganut agama harus menjalankan ajaran agama sesuai keyakinannya dan harus mengajarkan kepada masyarakat luas yang seagama dengannya bukan penganut yang lain,” tambahnya.(jk)