SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Proyek Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diperkirakan berakhir Maret 2022. Akibatnya banyak pengurangan tenaga kerja.
“Sebab, sudah ada banyak pengurangan tenaga kerja karena sebagian pembangunan proyek sudah selesai,” kata Rafiudin Fatoni Kasi Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro.
Dia mengatakan, pengurangan naker terjadi semenjak Juni hingga saat ini. Namun, tidak terjadi secara bersamaan karena setiap perusahaan masa kontraknya berbeda-beda.
Hingga kini, sembilan perusahaan di proyek JTB telah habis kontrak kerja. Sebab, proyek gas JTB yang dikendalikan PT Pertamina EP Cepu ini setiap bulan mengurangi jumlah tenaga kerja.
“Sebelumnya ada 36 perusahaan yang aktif di proyek gas JTB. Kini, masih 27 perusahaan yang masih ada kontrak kerja,” katanya, Rabu (17/11/2021).
Dia menambahkan, proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) dilaksanakan PT Rekayasa Industri (Rekind) diperkirakan Maret 2022 mendatang bakal selesai.
“Ya, kontrak proyek JTB diperkirakan berakhir pada Maret 2022 mendatang. Karena saat ini sudah terjadi pengurangan tenaga kerja dan perusahaan,” jelasnya.(jk)