Ponpes Attanwir Talun Masuk 10 Besar Calon Penerima ECO Pesantren

23822

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pondok Pesantren Attanwir, Desa Talun, Kecamatan Sumberjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), masuk nominasi 10 besar calon penerima ECO Pesantren dari 38 Kabupaten/ Kota di Jatim.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Bojonegoro, H. Zainal Arifin mengatakan, bahwa ECO Pesantren adalah wujud kepedulian pesantren terhadap lingkungan hidup.

“Program ECO Pesantren ini sudah ada di Kementerian Lingkungan Hidup sejak 2008,” kata Zainal Arifin kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (20/11/2021).

Dijelaskan, program tersebut sempat berhenti pada 2014. Namun dihidupkan lagi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jatim Tahun 2015. Tetapi hanya berjalan satu tahun, dan terhenti lagi. Sampai kemudian penghargaan ECO Pesantren diaktifkan lagi tahun 2021.

“Setelah kita lihat dari pesantren yang memiliki potensi kepedulian lingkungan yang ada di Bojonegoro ini, terpilih Pesantren Attanwir yang paling memungkinkan untuk diikutsertakan sebagai calon penerima ECO Pesantren,” jelasnya.

Variabel yang dilihat, lanjut Zainal, diantaranya adalah pemanfaatan limbah air yang ada di pesantren untuk mengairi tanaman. Lalu pemanfaatan sampah organik maupun anorganik. Kebersihan lingkungan dan cara pelestarian terhadap lingkungan.

Baca Juga :   Pelantikan PCNU Bojonegoro dan Banom Tutup Kemeriahan NU FEST 2025

Zainal menambahkan, sebagai tindak lanjut, telah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan ke Pesantren Attanwir pada Kamis (18/11/2021) lalu oleh tim DLH Provinsi Jatim, Eka Agustina didampingi DLH Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, serta Seksi PD Pontren Kemenag Bojonegoro, selaku lembaga yang menaungi pesantren.

Program tersebut, kata Zainal, bertujuan untuk mendorong peningkatan pengetahuan, kepedulian, kesadaran dan peran serta aktif warga pondok pesantren terhadap upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup berdasarkan ajaran agama Islam.

“Selain itu, pesantren bisa menjadi pelopor kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan. Ini adalah pemberdayaan pesantren. Harapannya mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, terutama dari lingkungan pesantren,” tandasnya.

Terpisah, Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir, K.H. Nafiq Sahal, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya  ECO Pesantren. Ia mengaku program tersebut membuat penataan lingkungan di Ponpes yang diasuhnya menjadi semakin baik.

“Untuk kedepannya, kita akan tingkatkan lebih baik lagi,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *