SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pendidikan Energi dan Mineral Akademi Migas (PEM Akamigas) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) melakukan pembersihan saluran air di area setempat yang ditengarai warga menjadi pemicu banjir di lingkungan Ngareng, Kelurahan Cepu dan Turibang, Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.
Kedua kelurahan ini sebelumnya dilanda banjir setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras pada pekan lalu.
“Ada sekira 50 orang yang kami terjunkan. Dari PEM Akamigas dan PPSDM Migas,” ujar Koordinator Keamanan PEM Akamigas, Ahmad Rifai kepada suarabanyuurip.com, Selasa (30/11/2021).
Selama lebih dari dua jam puluhan orang melakukan pembersihan saluran air. Berbagai jenis sampah rumah tangga diangkut dua truk.
“Termasuk kursi dan kasur bekas, bantal, sampah plastik pohon besar tersangkut di sela-sela jembatan,” katanya.
Saat banjir terjadi pekan lalu, area PPSDM Migas dan asrama PEM Akamigas tidak terkena dampak.
“Ini karena memang saluran air besar yang masuk ke wilayah kami, memamg lancar. Tidaknada pendangkalan,” tambah Bagian Pemeliharaan PEM Akamigas, Ferry Purwo Saputro, saat berada di lokasi yang sama.
Saat disunggung terkait terjadinya banjir yang kerap terjadi, Ferry menjelaskan, selain kiriman air dari hulu, juga minim resapan dan sodetan. Sehingga air melompat ke pemukiman dan jalan raya.
“Kami tidak ingin menyalahan pihak manapun. Ini menjadi persoalan bersama dan harus duduk bersama untuk mencari solusi,” jelasnya.
Pihaknya mengaku sudah memenuhi permintaan masyarakat untuk melakukan pembersihan yang dianggap menjadi penyebab banjir.
“Sudah kita tangani. Pipa-pipa yang djanggap menjadi penghalang kelancaran air, sudah kami potong dan kami ubah,” ungkapnya.(ams)