PEPC dan IDFoS Beri Pelatihan Budi Daya Ayam Petelur BUMDesa Kaliombo

23906

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Pengelola ladang Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP (PEPC) dan IDFoS Indonesia mengadakan Pelatihan dan Magang Budidaya Ayam Petelur untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Usaha Bhakti Manunggal Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Hal untuk menambah pengetahuan dalam proses menjalankan usaha budidaya ayam petelur. Mulai penataan kandang, pemberian makanan, penanganan penyakit, pemberian vitamin, peningkatan produksi, dan berbagai kendala yang ada.

Kegiatan ini termasuk alur program Peningkatan Mata Pencaharian Masyarakat Melalui Optimalisasi Unit BUMDesa di Desa Kaliombo yang diinisiasi oleh PEPC atas persetujuan SKK Migas. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara langsung di tempat peternakan ayam petelur yang berada di Desa Jetak, Kecamatan Montong Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan selama 20 hari mulai Rabu 1 Desember 2021 samapi 20 Desember 2021 diikuti peserta dari Pengelola, Pengawas, Penasehat BUMDesa Kaliombo. Dan juga diikuti oleh Pendamping Populasi Purwosari dari perwakilan Dinas Peternakan dan Pendamping BUMDesa Purwosari. Hadir pula dalam kegiatan tersebut perwakilan PEPC Weanny hikmat, Edi Arto, Mugi, Sutijak.

Baim Farm yang telah menjalankan usaha peternakan ayam petelur dengan jumlah ayam petelurnya saat ini sebanyak 17 ribu ekor, dengan jumlah produksi telur 7,5 kwintal.

Baca Juga :   Tuban Integrasikan Peternakan, Perikanan, dan Pertanian

M. Zainal F, perwakilan dari peternakan ayam Baim Farm mengatakan, jika dalam menjalankan usaha peternakan ayam petelur, paling penting adalah menjaga kesehatan ayam melalui pakan dan sirkulasi udara sekitar kandang. Pemeliharaan yang baik dan kesehatan ayam yang baik akan menentukan produktifitas ayam petelur sesuai target yang direncanakan dapat terwujud.

“Kami terbuka jika ada yang ingin belajar, harapannya dengan semakin banyak pelaku usaha ayam telur di Tuban, daerah ini dapat menjadi sentra ayam telur nasional. Karena sebagian besar bahan kebutuhan pakan ayam di daerah ini tersedia dan melimpah,“ terang pengusaha muda ini.

Ketua BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal, Lilik Sugiharto mengaku, sangat senang mengikuti kegiatan ini. Pasalnya, selain dapat bertemu dengan pengusaha yang memiliki bidang usaha ayam petelur juga dapat saling tukar pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan usaha ayam petelur.

“Kegiatan ini sangat banyak memberikan ilmu yang bisa didapatkan terkait usaha ayam petelur, selain itu juga teman-teman BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal berterimakasih kepada PEPC dan IDFoS Indonesia yang memfasilitasi kegiatan ini sehingga terlaksana. Semoga dengan bertambahnya pengalaman dan ilmu terkait budidaya ayam petelur ini usaha kita dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Baca Juga :   Mendag Optimis Expo Dubai Percepat Kebangkitan Ekonomi RI

Sementara itu, dari PEPC Weanny Hikmat, mengatakan, bahwa kegiatan ini dapat memberikan edukasi dan motivasi bagi BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal, karena untuk pengembangan usaha ini dapat menggali ilmu secara langsung kepada ahlinya.

“Saat ini di BUMDesa sedang mengembangkan usaha  ayam petelur. Dengan melalui kegiatan ini dapat menjadi ajang menjaring informasi sekaligus mengetahui masalah dan kendala di lapangan selama menjalankan bisnis dibidang usaha ayam petelur, untuk dapat dicarikan solusi sekaligus pemecahanya,” ungkap Weanny dalam sambutannya.

Ditempat yang sama, Direktur IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo, mengatakan, kegiatan ini adalah bentuk upaya agar BUMDesa Kaliombo mampu dan memahami tata cara serta bisa memberikan pengalaman untuk mengelola usaha ayam petelur.

“Disini akan ada dua orang dari BUMDesa Usaha Bhakti Manunggal untuk melakukan kegiatan Magang selama Tujuh hari. Harapan kami selesainya proses kegiatan magang ini akan mampu mengelola usaha ayam petelur di BUMDesa Kaliombo dengan baik,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *