Target 1 Juta Barel, SKK Migas Minta Industri Dalam Negeri Harus Terlibat

23912

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebagai upaya mencapai target produksi minyak 1 juta barel perhari pada 2030, SKK Migas meminta industri dalam negeri harus terlibat. Sebab, jika target produksi migas bisa dicapai industri dalam negeri juga berpartisipasi ikut menikmati pertambahan tersebut.

Kepala Devisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis SKK Migas, Erwin Suryadi, mengatakan, industri dalam negeri harus berpartisipasi ikut menikmati pertambahan target yang dicapai tersebut. Sebab, ini merupakan misi yang dicanangkan pemerintah dan SKK migas untuk masyarakat.

“Karena fungsi SKK Migas melakukan pembinaan bagi KKKS dan industri hulu migas. Dan kita sudah melakukan transformasi besar untuk mencari minyak dan gas,” jelasnya, sebagaimana dikutip di SKK Migas TV dalam Acara Multiplier Effect Industri Hulu Migas.

Dia melanjutkan, adanya ketentuan dari PP dan Permen SKK Migas juga ditugaskan untuk memberdayakan industri dalam negeri. Jadi misi besar sebagai turunan target 1 juta barel per hari industri dalam negeri juga berpartisipasi dan ikut menikmati pertambahan target yang dicapai tersebut. 

Baca Juga :   Copoti Spanduk, Aparat Diadili Warga Mentoso

“Sehingga perlu membuat program yang masif seperti sekarang supaya mencapai peningkatan pekerjaan,” katanya.

Kini, angka produksi migas mencapai 700 ribu barel per hari. “Kalau ini tidak bisa dinikmati industri dalam negeri sangat disayangkan,” kata Suryadi.

Untuk diketahui tahun lalu kontribusi hulu migas penerimaan negara itu 122 triliun dan 144 persen dari target APBN-P negara.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *