SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Jembatan Kali Kening yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ambrol. Akibatnya, akses lalu lintas arah dari Desa Sumberjo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, menuju Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban dan sebaliknya terpaksa ditutup total sejak Senin (13/12/2021) kemarin.
Ambrolnya jembatan tersebut ditengarai akibat terjadinya tanah longsor dipinggir jembatan.
Salah satu warga Desa Sumberjo, Sujud mengatakan, ambrolnya jembatan kali kening tak hanya membuat para warga yang melintasi jembatan tersebut terganggu. Tetapi juga membuat warung miliknya harus dipindahkan. Karena sebagian tanahnya sudah tergerus air dan longsor.
“Longsor terjadi pada hari Minggu kemarin (12/12) malam, saat itu hujan deras yang membuat air sungai naik dan menggerus tebing sungai dan pondasi jembatan. Sehingga ambrol,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (14/12/2021).
Menurut Sujud, jembatan kali kening sebetulnya tengah dalam proyek pelebaran, namun saat dikerjakan, pada malam hari terjadi hujan lebat yang membuat yang dipinggir jembatan longsor.
Warga lainnya, Uswatun Kharomah mengaku, harus ekstra waspada, karena longsoran hampir menggerus pondasi rumahnya yang kini hanya berjarak kurang lebih satu meter dari bibir sungai.
“Rumah saya tepat berada di pinggir jembatan. Kami mohon pihak berwenang segera bertindak agar longsoran tidak meluas ke permukiman warga lainnya,” pinta Uswatun.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Trucuk, Dian Rokhmawati membenarkan, bahwa jembatan kali kening ambrol sejak Minggu (12/12/2021). Musababnya ditengarai akibat hujan intensitas tinggi dan getaran kendaraan. Sehingga warga berinisiatif menutup total jembatan untuk akses kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Kami sudah berkoordinasi, dan meminta agar penanggung jawab proyek segera menyelesaikan perbaikan jembatan, karena ini akses penghubung sangat penting,” terangnya.
Ditambahkan, sebagai alternatif, pengguna jalan bisa memutar melalui jalan poros desa di belakang pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Trucuk.
“Pengendara jalan sementara bisa lewat poros desa, belakang Puskesmas Trucuk,” pungkasnya.(fin)