SKK Migas Bersama EMCL dan GP Ansor Serah Terimakan Infrastruktur Program Patra Daya

24000

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Operator ladang Migas Banyu Urip, Blok Cepu,  ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan mitra pendamping dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bojonegoro, melaksanakan peresmian sekaligus serah terimakan infrastruktur program Patra Daya di Balai Desa Jampet, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (15/12/2021).

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro Miftahul Huda, Perwakilan SKK Migas Wahyu Dono, PIC Program EMCL Hasti Asih, Camat Ngasem, Camat Bojonegoro, Camat Kapas, para kepala desa penerima manfaat program, dan dinas terkait, serta Tim Pelaksana (Timlak) dari delapan desa penerima manfaat program di tiga kecamatan.

Perwakilan SKK Migas, Spesialis Pratama Dukungan Bisnis, Wahyu Dono mengharap, program itu dapat bermanfaat bagi para penerima. Khususnya bagi delapan desa di tiga kecamatan penerima pembangunan infrastruktut, serta dapat berkesinambungan terlaksana di tahun-tahun berikutnya.

“Program ini juga sudah kami koordinasikan dan kami komunikasikan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” katanya.

Baca Juga :   Menteri Jokowi Apresiasi Program TJSL Pertamina di Pembukaan KTT ASEAN

Wahyu juga menerangkan, bahwa EMCL adalah kontraktor yang ditunjuk oleh pemerintah untuk melakukan kegiatan eksplorasi migas yang dinamakan Blok Cepu. Tetapi tempatnya berada di Bojonegoro.

“35 persen produksi minyak nasional, diproduksi oleh EMCL atau di Bojonegoro,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Bambang Sutopo menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur, selain berasal dari dana APBD, APBN atau bisa dilakukan dengan dana dari CSR EMCL.

“Terima kasih kami ucapkan kepada EMCL, atas bantuannya berupa Jalan Usaha Tani (JUT). Karena JUT merupakan akses keluar masuknya Saprodi dan hasil panen dari petani. Sehingga proses produksi di lahan pertanian bisa lebih efisien,” ucapnya.

Sementara itu, Miftahul Huda, Sekretaris Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro mengatakan, bahwa program Patra Daya menjadi hal yang positif dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di level bawah.

“Sukses dan terlaksananya program Patra Daya ini merupakan bagian dari keterlibatan seluruh stakeholder. Mulai dari Timlak, pemerintah desa, mitra pendamping dari GP Ansor, termasuk juga peranan media,” ujarnya.

Baca Juga :   Tripatra Kembali Gelar Layanan Kesehatan Gratis

Terpisah, Manajer Program pembangunan infrastruktur publik, pelaksana Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya), Mustakim menuturkan, bahwa sebanyak delapan desa di tiga kecamatan mendapatkan program tersebut.

“Yaitu, Desa Jampet, Tengger, Bareng, dan Jelu di Kecamatan Ngasem. Desa Kalirejo, Campurejo, dan Mulyoagung di Kecamatan Bojonegoro, dan Desa Ngampel di Kecamatan Kapas,” tuturnya.

Peresmian infrastruktur publik kepada delapan desa penerima manfaat selanjutnya dilaksanakan di JUT Desa Jumpet. Ditandai secara simbolis dengan menggunting pita dan potong tumpeng oleh Spesialis Pratama Dukungan Bisnis SKK Migas, Wahyu Dono, didampingi Sekretaris Komisi A DPRD Bojonegoro Miftahul Huda beserta seluruh kepala desa dari delapan desa di tiga kecamatan.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *