SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Jumlah tenaga kerja (naker) di ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebanyak 459 orang per 2020 lalu. Namun, rata-rata jumlah naker di EMCL tersebut didominasi pekerja non lokal.
Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Slamet mengatakan, rekapitulasi penempatan naker sektor migas di proyek migas EMCL terbanyak dari pekerja non lokal.
“Sebab, pekerja non lokal Bojonegoro rata-rata sudah memiliki keahlian,” katanya, Kamis (30/12/2021).
Dia mengatakan, rinciannya dari jumlah 459 naker itu sebanyak 430 naker non lokal. Sisanya, lanjut dia, terdiri dari 19 pekerja lokal dan 10 asing.
Namun, berdasarkan data yang dilaporkan ke Disperinaker Bojonegoro pada 2020 lalu dari 459 naker itu semua memiliki skill atau keahlian. Sebab, lanjut dia, naker migas dibagi menjadi tiga kategori yakni skill, semi skill, dan un skill.
“Sementara, untuk data terbaru 2021 dari EMCL belum ada,” jelas Slamet.
Slamet menuturkan, untuk naker migas yang berada di Pertamina EP Sukowati Field per Oktober 2019 lalu sebanyak 560 naker. Rinciannya sama 280 naker lokal dan non lokal.
“Itu data terakhir yang dilaporkan sebab proyek pengerjaan insfratruktur sudah selesai,” katanya.
Sementara, dia melanjutkan, jumlah pada naker yang bekerja di sektor migas JTB keseluruhan ada 5.227 hingga November 2021 ini. Jumlah ini berkurang karena sejumlah perusahaan telah kehabisan kontrak.
“Karena proyek JTB diperkirakan akan selesai pada Maret 2022 mendatang,”(jk)