SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Blora – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora terus berupaya memaksimalkan keberadaan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Salah satunya menggandeng kabupaten di kawasan Ratubangnegoro (Blora, Tuban, Rembang dan Bojonegoro), juga Kabupaten Ngawi dan Grobogan untuk memanfaatkan bandara tersebut.
“Kami berharap agar seluruh daerah yang saling berbatasan ini bisa kompak untuk mendukung operasional Bandara Ngloram,” kata Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati saat acara serah terima Sekretariat Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Ratubangnegoro dari Blora ke Tuban di Bandara Ngloram, Jumat (31/12/2021).
Di depan Wakil Bupati Ngawi, dan para perwakilan Pemkab se Ratubangnegoro dan Grobogan, Wabup Tri Yuli mengajak kepada kabupaten tetangga untuk bisa ikut memanfaatkan Bandara Ngloram sebagai pintu gerbang pertumbuhan ekonomi kawasan bersama. Karena bandara ini dibangun pemerintah pusat tidak hanya untuk Blora, namun juga untuk kabupaten kawasan di perbatasan Jateng bagian timur dan Jatim bagian barat.
“Ini sesuai pesan Pak Menteri Mensesneg,†ujar Wabup Tri Yuli.
“Monggo kita sukseskan bersama, silahkan dikabarkan di wilayah masing-masing bahwa bandara Ngloram yang ada di Kecamatan Cepu, Blora ini sudah beroperasi. Sehingga kunjungan kerja dan investasi daerah lebih terbuka dengan mudah,†tambahnya.
Sementara itu, Sekda Blora Komang Gede Irawadi mengajak Kabupaten kawasan Ratubangnegoro plus Ngawi dan Grobogan bisa membangun sektor pariwisata bersama, yang berbasis potensi alam dan kekayaan budaya lokal.
“Penataan kawasan wisata dan budaya untuk menarik kunjungan ke daerah perlu kita lakukan bersama-sama. Mari kita sambut Bandara Ngloram ini dengan saling bekerjasama,†ajaknya.
Gagasan inipun langsung dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama 4 Kabupaten BKAD Ratubangnegoro tentang pemanfaatan dan pengembangan Bandara Ngloram.
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko mengapresiasi kekompakan 4 kabupaten yang tergabung dalam BKAD Ratubangnegoro. Menurutnya Ngawi pun siap untuk ikut mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan ini.
“Apalagi kedepan kita juga akan ada proyek nasional bersama, Bendung Gerak Karangnongko yang berlokasi di perbatasan Blora, Bojonegoro dan sampai Ngawi,†sambungnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bakorwil I Bojonegoro Agung Subagyo, Forkopimda Blora, Asisten Pemerintahan Pemkab Blora, dan OPD terkait.(suko)