SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Demam Berdarah Dengue (DBD) telah merenggut 1 korban jiwa di Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hal itu membuat Pemerintah Desa setempat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap segala potensi yang bisa menimbulkan penyakit DBD.
Kepala Desa Kandangan, H. Tamban mengatakan, ada satu warga desanya seorang anak berusia 9 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat terserang DBD.Â
“Meski sempat mendapat perawatan medis, tetapi jiwanya tak bisa diselamatkan,” kata Kades Tamban.
Kades Tamban mengakui adanya lonjakan kasus DBD di Desa Kandangan yang terjadi dalam kurun beberapa minggu belakangan ini. Disinyalir lonjakan terjadi sebab cepatnya perkembangbiakan nyamuk DBD di musim penghujan.
“Tapi kini sudah dilakukan fogging oleh Puskesmas Trucuk untuk mencegah dan meminimalisir kasus DBD. Masyarakat kita imbau agar meningkatkan kewaspadaan pada DBD,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Trucuk, dr. Widya Aksita mengatakan, terdapat empat desa di Kecamatan Trucuk yang terjangkit kasus DBD. Yaitu Desa Padang, Banjarsari, Trucuk, dan Kandangan.
“Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada masyarakat di Kecamatan Trucuk agar rajin melakukan 3 M. Yaitu menguras, mengubur dan menutup segala tempat yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak atau sarang nyamuk,” katanya.(fin)