SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar kegiatan tasyakuran, Selasa (18/01/2022). Hal itu sebagai ungkapan rasa syukur karena masih mendapat kesempatan untuk bisa berdagang.
Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan di Pasar Kota Bojonegoro, Sugeng mengatakan, kegiatan tasyakuran digelar sebagai wujud atas ungkapan rasa syukur karena masih bisa berdagang dengan aman di pasar kota.
“Alhamdulilah para pedagang semua masih bisa dagang bersama di pasar kota yang kita cintai. Di hari Selasa Kliwon ini, kami pedagang pasar tradisional kota Bojonegoro menyatakan rasa syukur kehadirat Allah, karena masih bisa berdagang dengan rasa aman dan nyaman,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Diterangkan, sekira 50 perwakilan pedagang membawa sejumlah tumpeng dan jajan pasar ke Makam Mbah Andong Sari yang berlokasi di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota. Sesampainya di makam, para pedagang kemudian mendoakan tokoh bangsawan yang menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap kebijakan penguasa mataram saat itu yang tidak pro rakyat.
“Kami juga berdoa, mudah mudahan Allah mengijabahi keinginan para pedagang supaya pasar tradisonal Kota Bojonegoro tidak dipindahkan,” tambahnya.
“Ada tiga titik tasyakuran dengan simbol tumpengan ini. Yakni di barat pasar, utara pasar, dan timur pasar. Serta ada satu tumpeng kita tinggal di Mbah Andong Sari,” lanjutnya.
Usai ritual doa di Makam Mbah Andong Sari, selanjutnya perwakilan para pedagang kembali ke Pasar Kota untuk bersama-sama dengan para pedagang pasar yang lain menyantap hidangan tumpeng yang telah disajikan.(fin)