Dapat Alat Batik dari Pertamina EP Sukowati Field, UMKM Sambiroto Merasa Sangat Terbantu

24380

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kembang Sambiloto di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merasa terbantu dengan pendampingan Pertamina EP Sukowati Field. Sebab, pelatihan dan bantuan alat membatik mampu meningkatkan produksi.

Ketua UMKM Kembang Sambiloto Tatik mengatakan, pendampingan dari Pertamina EP Sukowati Field sangat membantu dalam memproduksi batik di kelompok UMKM Desa Sambiroto.

“Ada sebanyak 22 anggota dari kelompok UMKM ini yang diberi pendampingan Pertamina EP Sukowati Field,” katanya, Selasa (1/2/2022).

Dia mengatakan, adanya UMKM batik yang berdiri 2018 lalu, saat ini mampu membantu perekonomian keluarga terutama yang tergabung dalam kelompok UMKM. Apalagi, mendapat dampingan dan bantuan alat berupa alat untuk membatik.

“Alatnya banyak yang diberikan Pertamina EP Sukowati Field di antaranya seperti cap dan wajan membatik,” kata Bu Mul sapaan akrabnya.

Tentu, kata Bu Mul, dengan bantuan alat ini dapat mempermudah saat membuat batik. Sebab, kelompok UMKM Kembang Sambiloto sebelumnya belum memiliki alat batik lengkap.

Baca Juga :   Trucuk Bojonegoro Bertekad Jadi Role Model Nasional Pengelolaan Sampah dari Dapur Warga

Dia mengatakan, setiap minggu memproduksi batik, namun untuk jumlahnya tergantung pesanan konsumen. Terbanyak pernah ada yang memesan 65 potong batik untuk tahun lalu.

“Pembeli ada juga yang dari luar Bojonegoro, seperti Lamongan dan Bojonegoro. Dan utuk saat ini ada yang memesan 120 potong batik, tapi baru rencana,” katanya.

Sementara, lanjut dia, untuk harga batik sendiri sesuai motif, warna, dan ukuran kain. Misalnya batik dua warna harganya Rp 100 ribu dan batik warna alam Rp 200 ribu.

“Motifnya banyak, seperti daun jati, belimbing hingga daun sambiloto. Sementara pemasarannya menggunakan online juga,” jelasnya.

Dia berharap Pertamina EP Sukowati Field selalu mendukung UMKM di Desa Sambiroto baik melalui pelatihan maupun bantuan lainnya. Sebab, dengan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat terbantu.

Sementara itu, Senior Officer CID & Relations Zona 11 Achmad Setiadi mengatakan, akses permodalan, peralatan dan pelatihan merupakan dukungan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Sambiroto.

“Kami memberikan bantuan peralatan agar kelompok ini dapat meningkatkan lagi produksi batiknya setelah kami juga memberikan dukungan pelatihan-pelatihan dan studi banding,” katanya.(jk)

Baca Juga :   TPID Sekitar WKP Migas Blok Cepu Kulakan Inovasi ke Banjarnegara

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *