SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengapresiasi Pertamina EP (PEP) Zona 11 Sukowati Field. Pasalnya, pengelola ladang minyak dan gas bumi (Migas) Sukowati tersebut telah mengalokasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan penambahan ruang kelas baru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Manbaul Ulum.
Kepala Desa (Kades) Campurejo, Edi Sampurno mengatakan, MI Manbaul Ulum yang terletak di Dusun Plosolanang memang membutuhkan tambahan ruang kelas. Sehingga, pembangunan ruang kelas baru yang disebut berasal bukan dari dana pemerintah atau non Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) itu dinilai sangat bermanfaat.
Kades Edi menjelaskan, ruang kelas baru merupakan solusi untuk menampung peserta didik baru yang jumlahnya melebihi ruang kelas yang tersedia. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PEP Sukowati Field atas bantuan kepada MI Manbaul Ulum melalui dana CSR.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina EP Sukowati Zona 11 atas bantuan CSR untuk pembangunan ruang kelas baru di MI Manbaul Ulum. Sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (14/02/2022).
“Selain apresiasi dan ucapan terima kasih, kami tentunya berharap bantuan CSR dari Pertamina dapat lanjut berkesinambungan di Desa Campurejo,” tandas kades yang desanya ditetapkan sebagai penghasil migas itu.
Terpisah, Senior Officer Relations & CID Zona 11 PEP Sukowati Field, Ahmad Setiadi menuturkan, bahwa pihaknya telah melakukan peningkatan sarana dan prasarana Madrasah Ibtidaiyah Manbaul Ulum sejak beberapa tahun silam.
Termasuk pemberian CSR yang diberikan pada 2021 lalu. Dikatakan Ahmad, program yang digulirkan merupakan salah satu wujud komitmen kegiatan CSR Pertamina EP Sukowati Field di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo. Dalam mendukung terselenggaranya kegiatan pendidikan di wilayah setempat.
“Berdasarkan kebutuhan desa, kami mendukung pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Manbaul Ulum karena sesuai kebutuhan dari desa, fasilitas kelas yang ada sudah tidak memadai lagi seiring dengan peningkatan jumlah siswanya,” pungkas Ahmad Setiadi.(fin)