Wabup Bojonegoro Resmikan Restoran Omah Cabe, Ayam Mbledos Jadi Menu Andalan

24625

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro – Wakil Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Budi Irawanto meresmikan pembukaan Restoran Omah Cabe, yang berlokasi di Jalan Veteran Bojonegoro, Sabtu (5/3/2022). Acara itu guna memperkenalkan restoran sebagai cabang ke empat dari pusat bisnisnya yang berada di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pembukaan restoran menghadap ke barat tersebut juga diramaikan oleh para tamu undangan dari kalangan penting. Diantaranya Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, Ketua Komisi D Imam Sholikin, anggota DPRD Sudiyono, Sumari, dan Fauzan. Serta dihadiri para tamu berbagai latar belakang dan profesi

Wabup Bojonegoro, Budi Irawanto, dalam sambutannya menyambut baik pembukaan cabang restoran Omah Cabe di Bojonegoro. Karena berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal; sehingga bisa membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan akibat dilanda pandemi Covid-19.

“Kami doakan semoga restoran Omah Cabe sukses kedepannya,” kata Wabup yang karip disapa Mas Wawan.

Dikonfirmasi terpisah, pemilik usaha restoran Omah Cabe, Slamet Widodo mengatakan, bahwa restorannya ini adalah cabang yang ke empat saat ini. Sebelumnya ia membuka Omah Cabe pertama kali tahun 2015 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Berlanjut kemudian membuka di Madiun pada 2020. Setahun kemudian pada 2021 dibuka lagi cabang ketiga di Juwana, Pati.

Baca Juga :   PEPC Beri Pendampingan BUMDes Kaliombo untuk Budidaya Ayam Petelur

“Menu makanan andalan kami namanya ayam mbledos, berupa ayam kampung pedas berlumur sambal. Dimana cabenya kami punya cita rasa khusus yang kami jaga langsung dari Pati,” ujarnya.

Sedangkan untuk minuman, Slamet menyebut es jus kelapa muda dan es ikatan cinta sebagai andalan. Dimana komposisinya terdiri dari jeruk nipis, daun mint, serai, dan daun jeruk.

“Tapi andalan kami bisa beda di cabang lain karena peminat itu sendiri. Misal di Madiun justri sop buntut yang jadi juara di sana. Atau ayam mbledos di Juwana. Untuk cabai saja, di sana bisa habis 30 ton sebulan,” bebernya.

Slamet mengaku menggunakan bahan lokal untuk seluruh menu Restoran Omah Cabe. Hanya ada satu saja cabai khusus yang ia datangkan dari Pati demi menjaga kualitas rasa yang sama dari pusatnya.

“Untuk karyawan saya mengambil tenaga kerja asli Bojonegoro. Karena kami ingin keberadaan Omah Cabe ini juga memberikan manfaat bagi warga sekitar,” tuturnya.

Disinggung mengenai harga, Slamet mengungkap beberapa menu yang semuanya dikatakan tak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Seperti ayam goreng kampung yang dijamin dagingnya berasa empuk hanya dibandrol Rp17.500. Hingga menu kepiting asam manis yang cuma di tarif Rp80.000.

Baca Juga :   Tinggalkan IB, KTT Ustan Mandiri Kembali di Kawin Ternak Alami

“Omah Cabe ini memang restoran, menawarkan menu bercita rasa restoran, tetapi memberikan harga terjangkau. Istilahnya harga boleh kaki lima, tapi rasa bintang lima,” pungkasnya.(fin)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *